Minggu, Februari 5, 2023
BerandaBerita TerbaruNiat Puasa Dzulhijjah Menjadi Penentu Amalan yang Kita Lakukan

Niat Puasa Dzulhijjah Menjadi Penentu Amalan yang Kita Lakukan

Niat puasa Dzulhijjah menjadi salah satu hal yang bisa kita amalkan untuk menambahkan pahala. Datangnya hari raya Idul Adha ternyata tinggal menghitung hari saja.

Sama seperti datangnya hari raya Idul Fitri Kita juga harus menyambutnya dengan hati gembira. Sebelum Idul Fitri kita dianjurkan atau mempunyai kewajiban untuk melaksanakan ibadah puasa wajib yakni puasa Ramadhan.

Maka sebelum datangnya hari raya Idul Adha juga terdapat beberapa amalan sunnah yang bisa kita lakukan.

Salah satunya adalah puasa. Pada bulan Dzulhijjah sendiri puasa sunnah tidak hanya terdiri dari satu, yakni puasa Arafah saja.

Ada puasa Tarwiyah dan ada juga puasa Dzulhijjah. Apakah pada bulan ini kita tidak boleh melakukan puasa ayyamul bidh?

Tentu saja boleh. Bukankah umat muslim yang memperbanyak melakukan amal puasa nantinya juga akan menjadi penghuni surga melalui pintu Ar Royyan?

Biasanya juga niat puasa itu kita baca sebelum melakukan puasa. Mengapa harus ada niat? Sebab hal tersebut juga menjadi penentu nilai dari amalan yang akan kita lakukan tersebut.

Niat tersebut juga bisa menjadi pembeda apakah hal yang kita lakukan sebagai ibadah atau hanya ingin mendapatkan pujian dari manusia saja. Pasalnya saat ini terdapat dari sebagian kita yang tidak mengamalkan suatu niatan.

Mereka terkadang salah dalam melakukan amalan karena hanya ingin mendapatkan pujian dari manusia saja.

baca juga: Waktu Puasa Syawal Lebih Afdal Pada Waktu Ini, Jangan Sampai Salah

Niat Puasa Dzulhijjah, Amalkan!

Untuk itu bacaan niat dalam segala amal yang akan kita lakukan merupakan hal penting yang harus kita ketahui. Alasannya adalah untuk menentukan sah atau tidaknya puasa yang akan kita lakukan.

Dalam hal ini juga berbeda dengan puasa yang hukumnya wajib. Sebab puasa Dzulhijjah hukumnya adalah sunnah.

Dalam hadits riwayat Ahmad dan Nasa’i Nabi SAW bersabda, terdapat empat hal yang tidak pernah Rasulullah tinggalkan yakni, puasa Asyura, puasa 10 hari pada bulan Dzulhijjah, puasa 3 hari pada setiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh.

Tapi sebelum membahas lebih dalam mengenai niat puasa Dzulhijjah tersebut, tahukah Anda kapan pelaksanaan puasa sunnah tersebut?

Amalan sunnah tersebut dilakukan pada 7 hari pertama ketika bulan Dzulhijjah. Apakah pada hari ke-8 kita tidak boleh melakukannya?

Boleh tapi namanya bukan puasa Dzulhijjah melainkan puasa tarwiyah. Kemudian tepat pada tanggal sembilan Dzulhijjah disebut sebagai puasa Arafah.

Mengenai waktu pengerjaannya juga sama dengan puasa wajib. Meskipun sunnah, kita yang ingin berpuasa anjurannya adalah makan sahur terlebih dahulu.

Meninggalkan hal-hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa, kemudian menyegerakan berbuka menggunakan yang manis-manis. Misalnya adalah kurma ataupun yang lainnya.

baca juga: Sunnah Saat Berbuka Puasa, Keberkahan dan Pahala Makin Bertambah

Bacaan Niatnya

Kembali ke penjelasan sebelumnya yang mengatakan bahwa apapun yang akan kita lakukan tergantung kepada niatnya. Hal ini juga menjadi ketegasan tersendiri dalam ajaran agama Islam.

Sebab dengan membaca niat kita itu akan mendapatkan apa yang akan kita niatkan. Sebagai contohnya adalah kita ingin melaksanakan puasa pada bulan Dzulhijjah, Lillah hanya karena Allah semata tidak ingin mendapatkan pujian dari manusia sedikitpun.

Maka, dengan Membaca niat puasa Dzulhijjah tersebut serta melaksanakannya dengan ikhlas, menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, Insya Allah, Allah akan memberikan balasan kepada kita yang berupa pahala.

Bukan hanya pahala saja, tetapi kita juga akan mendapatkan keutamaan dari menjalankan amalan sunnah tersebut. Bukankah sudah menjadi kewajiban bagi kita sebagai umat muslim untuk mengikuti aturan ataupun syariat dari Allah dan Rasulnya.

Nah, untuk Anda yang ingin menjalankan amalan sunnah ini tetapi belum mengetahui bagaimana bacaan niatnya. Tentunya sangat penting sekali mengetahuinya terlebih dahulu.

Tapi tak perlu khawatir, karena bacaan niat puasa Dzulhijjah itu sangatlah mudah untuk kita hafalkan.

“Nawaitu shouma hadzal yaumi ‘an adaai syahru dzulhijjah sunnatan lillahi ta’allaa.”

Arti dari bacaan niat tersebut adalah, “Aku niat puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah hari ini hanya karena Allah Semata.”

baca juga: Marah Membatalkan Puasa, Jangan Sampai Rugi, Simak Penjelasannya!

Tarwiyah dan Arafah

Seperti penjelasan sebelumnya yang mengatakan bahwa pada bulan Dzulhijjah tidak hanya terdapat anjuran untuk melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah saja. Akan tetapi, sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk melaksanakan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

Sebab keduanya memang mempunyai keutamaan yang sangat dahsyat. Terlebih lagi untuk puasa Arafah, keutamaan yang akan kita dapatkan apabila mampu melaksanakan puasa tersebut adalah dosa-dosa kita selama 2 tahun akan diampuni.

Bacaan niat puasaTtarwiyah, “Nawaitu shouma tarwiyah sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya, “Aku niat puasa tarwiyah karena Allah Ta’ala.” Sedangkan bacaan niat puasa tanggal sembilan Dzulhijjah atau Arafah adalah, “Nawaitu shouma Arafah sunnatan lillahi ta’ala.” Arti bacaan niat tersebut adalah, “Aku niat puasa Arafah sebab Allah ta’ala.”

Untuk Anda yang saat ini masih dapat menyambut datangnya bulan Dzulhijjah, manfaatkanlah sebaik mungkin. Supaya kita tidak mendapatkan semua keutamaannya karena sudah membaca niat puasa Dzulhijjah dan niat puasa sunnah lainnya. (Muhafid/R6/HR-Online)