Senin, Desember 5, 2022
BerandaBerita BanjarPasokan Aman, Tapi Harga Bawang Merah dan Cabe di Pasar Banjar Ogah...

Pasokan Aman, Tapi Harga Bawang Merah dan Cabe di Pasar Banjar Ogah Turun

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Pasokan aman namun harga bawang merah dan cabe di Pasar Banjar, Jawa Barat, seolah enggan turun hingga sekarang.

Menjelang perayaan hari raya Idul Adha 1443 H, harga sejumlah bumbu dapur dan cabe-cabean di pasar tradisional Kota Banjar, masih tetap tinggal, dan cenderung merangkak naik.

Bahkan, harga bawang merah yang normalnya kisaran Rp 32 ribu per kilogram, kini melambung mencapai Rp 65 ribu per kilogramnya.

Tak hanya itu, harga komoditas cabe-cabean juga masih tinggi. Bertahan pada kisaran harga Rp 90-120 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang aneka sayuran di Pasar Banjar, Kokom Komariah mengatakan, tingginya harga komoditas cabe-cabean dan naiknya harga bawang merah terjadi sejak dua pekan lalu.

“Sudah ada dua minggu naiknya. Saya jual bawang merah sekarang untuk satu kilogram itu 65 ribu rupiah,” kata Kokom kepada HR Online, Jumat (08/07/2022).

Ia menyebutkan, sebelumnya harga bawang merah masih berada pada kisaran harga Rp 40 ribu per kilogram. Kemudian naik lagi menjadi Rp 50 ribu, dan sekarang Rp 65 ribu per kilogram.

Baca Juga : Jelang Lebaran Idul Adha Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Banjar Masih Tinggi

Harga cabe-cabean juga masih tinggi. Cabe merah lokal sekarang ini harganya tembus Rp 110 per kilogram, cabe merah jumbo atau TW Rp 80 ribu, dan cabe rawit merah Rp 85 ribu per kilogram.

Sedangkan, untuk harga sayur-sayuran masih stabil. Hanya tomat yang naik, dari biasanya Rp 5 ribu per kilogram sekarang menjadi Rp 15 ribu.

“Sayuran yang agak murah. Kalau cabai masih mahal. Saya juga untuk cabai lokal sementara nggak jual dulu,” terang Kokom.

Pasokan Bawang Merah dan Cabe-cabean Surplus

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Banjar, Edi Herdianto mengatakan, naiknya harga cabe-cabean dan bawang merah karena faktor hasil panen yang kurang maksimal di daerah pemasok.

Kenaikan itu juga karena selama ini untuk pasokan komoditas barang seperti cabe-cabean dan bawang merah kebanyakan dari daerah luar Banjar.

Baca Juga : Beli Migor Pakai Aplikasi, DKUKMP Kota Banjar Tunggu Regulasi

Meski begitu, kata Edi, DKUKMP Kota Banjar memastikan untuk ketersediaan kebutuhan bawang merah dan cabe-cabean sampai saat ini masih aman dan surplus.

“Informasinya itu hasil panen petani kurang maksimal karena daerah pemasok masih musim penghujan. Tapi untuk pasokan sejauh ini masih aman,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk ketersediaan pasokan bawang merah Kota Banjar berdasarkan data bulan Juni sebanyak 48 ton per bulan. Kebutuhan per hari 1,19 ton dan untuk kebutuhan satu bulan sebanyak 35,6 ton.

Sedang, untuk ketersediaan pasokan cabe-cabean seperti cabe rawit merah per bulan sebanyak 14.2 ton, dengan tingkat kebutuhan 7,8 ton per bulan. Serta cabe rawit sebanyak 32 ton, dengan kebutuhan 23,5 ton per bulan.

“Untuk bawang merah kami surplus sekitar 13 ton. Jadi ketersediaan masih aman, tidak ada kelangkaan barang,” jelas Edi. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)