Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita BisnisPerbedaan Investasi Aktif dan Pasif Terlihat Jelas dari Definisinya

Perbedaan Investasi Aktif dan Pasif Terlihat Jelas dari Definisinya

Perbedaan investasi aktif dan pasif dapat dilihat dari cara strategi yang digunakan. Sebagai investor Anda perlu tahu apa sebenarnya perbedaan keduanya.

Kegiatan investasi mungkin bukan hal yang aneh dan asing terdengar. Kegiatan ini sudah banyak masyarakat Indonesia lakukan untuk dapat menunjang kebutuhan finansial yang lebih baik di masa depan.

Namun apakah Anda sudah memahami dengan perbedaan investasi aktif dan pasif? Ternyata keduanya memiliki perbedaan dari segi cara strategi kerjanya.

Bagi Anda yang masih bingung dengan perbedaan ini bisa simak tentang apa yang akan kami jelaskan berikut ini. Dengan mengetahui dasarnya, membantu kegiatan investasi jauh lebih mudah.

Baca Juga: Kontrak Investasi Kolektif, Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Apakah Perbedaan Investasi Aktif dan Pasif?

Banyaknya jenis investasi kini mampu menarik masyarakat untuk melakukannya. Sebenarnya untuk investasi setiap investor memiliki tujuan yang berbeda.

Bahkan cara untuk mengatur strateginya juga berbeda. Dalam menjalankan investasi, semua orang menginginkan meraup keuntungan besar.

Sayangnya hal ini tidak bisa Anda dapatkan dengan mudah. Sebab membutuhkan strategi investasi yang tepat.

Sebenarnya jika Anda lihat dari jenisnya, ada dua strategi yang bisa investor gunakan yaitu aktif dan pasif.

Strategi keduanya bersangkutan dengan pengelolaan dana investasi. Agar bisa lebih jelas, berikut ini ada definisi dari investasi aktif dan pasif.

Baca Juga: Investasi Dana Pendidikan Anak Hadir dengan Berbagai Jenis

Investasi Aktif

Anda bisa melihat perbedaan investasi aktif dan pasif dari definisinya. Investasi aktif adalah strategi yang manajer portofolio lakukan, yang sudah ahli dalam mengambil keputusan investasi.

Caranya yaitu dengan memanfaatkan fluktuasi harga pada pasar keuangan. Pada umumnya investor aktif akan mencoba mengalahkan pengembalian indeks yang terkait atau biasa disebut juga dengan tolok ukur.

Dengan strategi ini manager bisa memilih saham untuk dibeli dan kemudian membandingkan imbal hasil reksadana dengan tolok ukurnya.

Menggunakan strategi investasi aktif dipercaya mampu memberikan keuntungan lebih besar.

Meski demikian, investasi aktif juga membutuhkan biaya pengeluaran cukup besar.

Tidak hanya itu saja, strategi investasi aktif juga memiliki potensi membuat kinerja reksadana di bawah tolok ukur akibat pemilihan saham yang tidak optimal.

Baca Juga: Investasi Bebas Pajak di Tengah Dividen Termasuk Sukuk dan Obligasi

Investasi Pasif

Sedangkan dari segi investasi pasif, perbedaannya dengan investasi aktif juga cukup terlihat. Investasi pasif penerapannya dengan membatasi jumlah perputaran dana.

Bagi Anda yang ingin memilih investasi jangka panjang strategi ini menjadi solusinya. Investor pasif akan membatasi jumlah pembelian dan penjualan dalam portofolionya.

Investor harus mampu menahan untuk tidak bereaksi terhadap situasi dan perubahan pasar yang pengaruhnya pada pasar saham.

Bagi seorang investor pasif akan memperhatikan keuntungan jangka panjang daripada kerugian dalam jangka pendek.

Dana yang investor pasif kelola biasa disebut dengan dana indeks. Strategi ini bergantung pada reputasi kinerja saham itu sendiri.

Saat ada saham memiliki kinerja baik, maka beratnya akan tumbuh dalam investasi.

Saat kinerja buruk, akan berdampak pada kinerja investasi. Dari penjelasan ini Anda dapat melihat jika perbedaan investasi aktif dan pasif tentu jauh berbeda. (R10/HR-Online)