Sabtu, Januari 28, 2023
BerandaBerita BanjarProduksi Bawang Merah dan Cabai di Banjar Masih Minim

Produksi Bawang Merah dan Cabai di Banjar Masih Minim

Berita Banjar (Harapanrakyat.com),- Produksi bawang merah dan cabai di Kota Banjar, Jawa Barat, saat ini masih minim. Kondisi ini membuat harga komoditi tersebut di Pasar Tradisional masih tinggi.

Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjar Maya Triwagiya mengatakan komoditas bawang merah belum menjadi produksi utama pertanian.

Adapun hasil pertanian bawang merah dan cabai yang ada saat ini masih minus. Belum mampu untuk memenuhi kebutuhan di Banjar.

“Bawang merah kita bukan komoditas utama. Luas lahan yang ada belum mencukupi pasokan barang,” kata Maya kepada HR Online, Selasa (12/7/22).

Luas lahan garapan produksi bawang merah pada tahun 2021 yaitu 6 hektare. Hasil produksi sebanyak 42 ton dalam satu tahun.

Sementara pada tahun 2022 sampai bulan Juni, luas lahan garapan yang ditanami yaitu 2 hektare. Hasil panen sebanyak 2 ton bawang merah.

Baca Juga: Pasokan Aman, Tapi Harga Bawang Merah dan Cabe di Pasar Banjar Ogah Turun

“Saat memasuki musim penghujan jumlah produksi bawang merah menurun. Hal ini karena lahan yang ada digunakan untuk menanam padi,” katanya.

Sementara itu untuk cabai rawit, pada tahun 2022 hingga semester satu yaitu sebanyak 203,5 ton dalam satu tahun dari luas garapan 55 hektare.

Sedangkan pada tahun 2021 hasil produksi cabai rawit yaitu sebanyak 431 ton dengan luas lahan garapan 104 hektare.

“Untuk komoditas yang lain seperti cabai rawit besar TW hingga semester satu produksinya 134,5 ton dengan luas lahan 24 hektare,” katanya.

Pemkot Banjar menargetkan menambah hasil produksi komoditas cabai-cabaian dan bawang merah.

“Untuk meningkatkan hasil produksi, saat ini dikembangkan juga di KWT di lahan pekarangan tadah hujan,” katanya.

Untuk ketersediaan pasokan barang di Pasar Banjar selama ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Kebutuhan bawang merah 35,6 ton per bulan. Sedangkan kebutuhan cabai rawit 23,5 ton per bulan. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)