Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita BanjarRest Area Banjar Atas, Kuliner Favorit dan Asal Mula Namanya

Rest Area Banjar Atas, Kuliner Favorit dan Asal Mula Namanya

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Rest Area Banjar Atas, merupakan tempat favorit bagi para pengendara sepeda motor yang melintas di jalur selatan, tepatnya di Jalan Brigjen M. Isa, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat. 

Pasalnya, di tempat istirahat yang sejuk itu banyak para pedagang yang menjajakan jualannya. 

Salah seorang pedagang, Sudirman (62) menuturkan, ia berjualan di tempat tersebut sudah sejak tahun 2004. 

“Jualan di sini dari tahun 2004, pokoknya pertama awal berdiri saja,” kata Sudirman kepada HR Online, Minggu (31/7/2022). 

Baca Juga: Tirta Indah Sindanggalih, Wisata Renang Anak yang Hits di Banjar

Ia menjelaskan, pertama kali berjualan masih di atas trotoar dan masih terbilang pedagang musiman. Sehingga kepala desa setempat berinisiatif meminta izin kepada pihak Perhutani. 

“Dulu masih musiman, jualannya juga di atas trotoar. Tapi alhamdulillah dulu diajukan sama pak Suradi, selaku kepala desa ke Perhutani dan diizinkan untuk berjualan di tempat yang sekarang ini,” jelasnya. 

Saat ini, ia berjualan dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Namun, kebanyakan orang yang datang saat malam hari. 

“Paling sampai jam 12 malam, karena besok subuhnya harus pergi ke pasar dulu untuk belanja,” terangnya.

Hidangan Favorit Para Pengunjung di Rest Area Banjar Atas

Sementara itu, lanjut Sudirman, kuliner favorit bagi para pengguna jalan khususnya saat mudik lebaran dan beristirahat di Rest Area Banjar Atas adalah kelapa muda. 

“Karena kebanyakan di sini hampir semua pedagang menjual kelapa muda, soto dan nasi timbel. Kalau arus mudik biasanya banyak yang dari wilayah Jawa, seperti Banyumas, Kebumen, karena pulang dari tempat perantauan,” imbuhnya .

Baca Juga: Cerita Pilu Seorang Pedagang di Rest Area Banjar Atas Terdampak PPKM

Meski begitu, ia bersyukur karena kondisi sekarang sudah mulai membaik dari penyebaran virus Covid-19, sehingga ada peningkatan omzet dari dua tahun terakhir yang sempat terpuruk. 

“Pandemi Covid-19 kemarin selama dua tahun sangat terasa sekali, karena jam tujuh malam sudah harus tutup sedangkan kalau siang jarang orang yang mampir. Tapi alhamdulillah sekarang lumayan, meskipun tidak banyak,” papar Sudirman.

Asal Mula Nama Banjar Atas

Selain itu, Sudirman menerangkan, asal muasal nama Banjar Atas yang kini familiar oleh banyak orang. Awalnya tempat tersebut tidak memiliki nama sama sekali. 

Akan tetapi, tempat tersebut sering dijadikan tempat nongkrong atau kopi darat (Kopdar) oleh anak muda yang tergabung dalam komunitas motor vespa. 

“Jadi awalnya ada anak vespa yang sering nongkrong atau kopi darat di sini, tapi susah untuk menyembutkan nama titik kumpulnya,” tandasnya. 

Sehingga pada tahun 2005-an, komunitas tersebut mencetuskan nama Banjar Atas untuk titik kumpul atau lokasi nongkrong itu. 

“Kemudian tercetuslah nama Banjar Atas karena dianggap tempat dan warung sering dijadikan nongkrong ini berada di atas lebih tinggi dari jalan,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)