Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita TerbaruSahabat Nabi yang Termasuk Khulafaur Rasyidin, Siapa Saja?

Sahabat Nabi yang Termasuk Khulafaur Rasyidin, Siapa Saja?

Sahabat nabi yang termasuk Khulafaur Rasyidin juga mempunyai peranan penting dalam penyebaran ajaran Islam.

Bahkan tanpa adanya Khulafaur Rasyidin yang melanjutkan kepemimpinan Baginda Nabi Muhammad, mungkin kita tidak akan sampai pada zaman sekarang ini. Zaman yang sudah tidak ada peranan demi menegakkan agama Islam.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa setelah Nabi Muhammad SAW wafat, kepemimpinan pemerintahan berikutnya diserahkan kepada para sahabat. Para sahabat itulah yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Ketahuilah khulafa atau Khalif dalam kata Khulafaur Rasyidin itu mempunyai arti orang yang menggantikan atau mengambil alih kedudukan orang lain. Sedangkan Rasyidun yang berasal dari kata Rasyada artinya adalah jujur, cerdas, juga amanah.

Sedangkan cerdas, jujur, dan amanah itu sendiri merupakan sifat rasul. Dengan demikian itu Khulafaur Rasyidin merupakan orang-orang yang memimpin serta menggantikan kedudukan pemimpin sebelumnya dengan menunjukkan sikap yang jujur, cerdas, dan amanah.

Khulafaur Rasyidin itu ada 4 yakni Abu Bakar As Siddiq, Umar Bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Di antara keempat sahabat nabi tersebut, Abu Bakar adalah sahabat nabi yang juga sekaligus mertua dari Nabi SAW. Kemudian Ali Bin Abi Thalib adalah saudara dari Baginda Nabi juga.

baca juga: Sahabat Nabi yang Dijuluki Singa Allah Gagah Berani Melawan Abu Jahal

Sahabat Nabi yang Termasuk Khulafaur Rasyidin yang Berjasa Besar

Setiap nama sahabat nabi tersebut mempunyai waktu jabatan yang berbeda-beda. Ada yang sebentar, lama, dan cukup lama.

Tetapi Seberapa lama mereka dapat menggantikan posisi dari Rasulullah SAW, hal tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Misalnya Abu Bakar yang menjabat selama dua tahun, kemudian Umar selama 10 tahun, Usman selama 12 tahun, dan Ali selama 6 tahun.

Adanya pernyataan tersebut bisa dikatakan bahwa Abu Bakar memiliki masa jabatan yang tidak terlalu lama. Kendati demikian, peranan Abu Bakar dalam penyebaran agama Islam sudah sangat banyak dan kisahnya juga sangat patut untuk kita jadikan teladan.

Tapi ternyata tidak semua orang itu mengetahui bagaimana kisah dari keempat sahabat nabi tersebut.

baca juga: Kepemimpinan Abu Bakar Menjadi Kisah yang Menginspirasi dan Teladan

Abu Bakar As Siddiq

Abu Bakar As Siddiq merupakan mertua sekaligus sahabat Nabi Muhammad. Sebagai sahabat nabi yang termasuk dalam Khulafaur Rasyidin, Abu Bakar adalah sahabat nabi yang mendapat atau menggantikan posisi Nabi Muhammad SAW yang pertama.

Namun sebelumnya ia merupakan pria dewasa yang pertama kali masuk Islam sehingga Abu Bakar juga termasuk golongan Assabiqunal Awwalun. Ia mendapatkan gelar As Siddiq karena mempunyai sifat jujur serta membenarkan kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Sebagai seorang sahabat nabi yang setia, Abu Bakar mendampingi Rasulullah SAW dalam keadaan apapun, baik itu suka ataupun duka. Abu Bakar juga ikut menemani hijrah Rasulullah ke Madinah, bahkan ia juga menggantikan posisi nabi ketika menjadi imam saat jatuh sakit.

Pengangkatan Abu Bakar menjadi khalifah berdasarkan musyawarah antara kaum Anshar serta Muhajirin di Bani Saqifah.

Jasa-jasa Abu Bakar As Siddiq dalam kepemimpinannya adalah mampu menyelamatkan umat muslim dari adanya perpecahan, memerangi orang yang murtad, dan tidak mau membayar zakat.

Tidak hanya itu saja, tetapi ia juga memerangi nabi palsu serta memperluas dakwah Islam sampai ke perbatasan Arab-Syria juga menghimpun mushaf Al Quran.

baca juga: Keteladanan Abu Bakar Mengajarkan Keikhlasan untuk Urusan Islam

Umar bin Khattab

Setelah Abu Bakar As Siddiq meninggal, kemudian Umar Bin Khattab merupakan sahabat nabi yang termasuk Khulafaur Rasyidin juga. Berbeda dengan sahabat nabi lainnya Umar Bin Khattab sejak kecil mempunyai sifat pemberani dan otak yang cerdas.

Namun ia masuk Islam setelah dakwah Rasulullah 5 tahun. Keberanian Umar Bin Khattab tersebut juga memberikan dampak positif bagi umat muslim.

Umat muslim menjadi berani dan tegas ketika harus menghadapi ancaman dari kaum Quraisy. Hal tersebut menyebabkan kaum Quraisy menjadi takut kepada umat muslim.

Kendati demikian, pada masa kepemimpinan khalifah yang kedua ini terdapat banyak perubahan yang terjadi. Sebagai pemimpin Umar memperbaiki pemerintahan, menyebarluaskan ajaran Islam ke banyak negara serta mendirikan lembaga yang dapat memenuhi kepentingan masyarakat.

Tetapi wafatnya Umar Bin Khattab bisa dikatakan sangat menyedihkan. Pasalnya sahabat nabi ini ditikam oleh Abu Lu’luah saat ia mengimami sholat subuh.

Utsman bin Affan

Khalifah yang ketiga adalah Utsman bin Affan. Seorang saudagar yang kaya, namun tidak sombong.

Meskipun begitu, ia juga sangat pendiam dan berbudi pekerti. Paling penting lagi ia juga banyak melakukan kebaikan dengan kekayaannya tersebut. Sehingga menyebabkan ia mendapatkan gelar sebagai Ghaniyyun Syakir atau orang kaya yang banyak bersyukur kepada Allah SWT.

Seperti yang sudah kita ketahui juga bahwa Utsman bin Affan itu merupakan menantu dari Nabi Muhammad SAW. Sebab ia menikahi kedua Putri Baginda Nabi yakni Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Karena menikahi kedua putri Nabi tersebut menyebabkan khalifah ketiga ini mendapatkan julukan sebagai pemilik dua cahaya atau dzun nurain.

Salah satu jasa terbesar Utsman bin Affan ketika menjadi khalifah adalah melakukan pembukuan dan menyalin Al Quran menjadi beberapa naskah. Selain itu, ia juga menetapkan pelafalan bacaan Al Quran supaya menjadi seragam, memperluas wilayah Islam melakukan, renovasi, dan membentuk angkatan laut.

Ali bin Abi Thalib

Tepat sekali, terakhir ada Ali Bin Abi Thalib yang merupakan sepupu juga menantu dari Nabi Muhammad. Pasalnya Ali Bin Abi Thalib itu menikahi Fatimah az-zahra.

Mendapatkan julukan sebagai singa Allah. Usianya masih muda ketika memilih untuk masuk agama Islam.

Dalam kepemimpinannya Ali Bin Abi Thalib dapat mengganti pejabat-pejabat yang kurang cakap.

Sahabat nabi yang termasuk Khulafaur Rasyidin ini juga berjasa dalam membenahi keuangan negara atau Baitul Mal, memajukan bidang ilmu bahasa, pembangunan, mengatasi pemberontakan yang ada di kalangan umat Islam, dan masih banyak lagi. Sudah sepatutnya kita menjadikan kisah para khalifah tersebut sebagai teladan. (Muhafid/R6/HR-Online)