Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita TerbaruSifat Gelombang Cahaya: Dispersi, Inteferensi, Difraksi, dan Polaris

Sifat Gelombang Cahaya: Dispersi, Inteferensi, Difraksi, dan Polaris

Sifat gelombang cahaya terdiri dari 4 macam. Cahaya sendiri merupakan gelombang elektromagnetik yang tampak.

Dalam kegiatan sehari-hari makhluk hidup sangat membutuhkan cahaya. Kita mendapatkan cahaya utama dari bintang utama, yaitu Matahari.

Cahaya dapat membuat kamu melihat berbagai objek dengan jelas. Tanpa cahaya, maka makhluk hidup tidak akan bisa menjalani kehidupan.

Baca Juga: Panjang Gelombang Transversal Fisika, Ini Rumus dan Komponennya!

Sifat Gelombang Cahaya Paling Utama

Cahaya memiliki gelombang dengan panjang sekitar 380 sampai dengan 750 nm. Selain itu, ada juga partikel yang bernama foton di dalam cahaya.

Arah getar cahaya akan tegak lurus terhadap arah perambatannya, sehingga termasuk ke dalam kategori gelombang transversal. Cahaya memiliki 4 sifat utama, yaitu:

Dispersi

Sifat pertama dari cahaya adalah dispersi. Arti dari dispersi adalah pembiasan cahaya polikromatik atau cahaya putih menjadi komponen cahaya monokromatik.

Cahaya monokromatik hanya akan memiliki satu warna dan satu panjang gelombang. Dispersi akan terjadi ketika cahaya putih melewati medium pembias.

Gejalanya dapat dengan mudah kamu amati dengan menggunakan dispersi pada prisma yang terbuat dari gelas bening.

Baca Juga: Pengertian Dispersi Cahaya, Pembiasan Pelangi Melalui Prisma

Interferensi Cahaya

Arti dari interferensi cahaya ini merupakan penjumlahan superposisi, yakni dari dua gelombang cahaya, bisa pula lebih yang menimbulkan adanya gelombang baru.

Ada setidaknya dua syarat agar dapat terjadi interferensi cahaya, yaitu:

  • Kedua gelombang cahara harus memiliki perbedaan fase selalu tetap atau koheren. Selain itu frekuensi gelombang cahaya juga harus sama.
  • Gelombang cahaya memiliki harus memiliki amplitudo yang sama atau hampir sama.

Contoh kejadian interferensi yang dapat terlihat adalah warna-warna seperti pelangi.

Mengalami Pelenturan (Difraksi)

Selanjutnya ada difraksi cahaya yang merupakan sifat gelombang cahaya utama. Sifat ini memiliki arti sebagai kecenderungan gelombang cahaya untuk melewati celah sempit untuk menyebar pada saat merambat.

1. Pelenturan Cahaya pada Celah Tunggal

Difraksi cahaya pada celah tunggal ini berarti setiap bagiannya pada celah akan menjadi cahaya baru yang saling berinterferensi. Hasil interferensi tersebut berupa pola yang terlihat di belakang celah.

2. Pelenturan Cahaya pada Kisi

Kisi merupakan susunan celah yang sejajar dan memiliki ukuran sama. Apabila cahaya monokromatis melewati lempeng sisi, maka akan terbentuk pola difraksi berupa pola gerak dan terang di layar.

Baca Juga: Contoh Gelombang Transversal dalam Kehidupan, Berikut Penjelasannya

Polaris Cahaya

Gelombang cahaya dapat merambat tanpa adanya medium. Berdasarkan arah rambatannya tersebut, gelombang cahaya termasuk jenis gelombang transversal.

Itulah kenapa cahaya gelombang cahaya memiliki gejala polaris. Polarisasi cahaya berarti berkurangnya intensitas cahaya akibat kekurangan komponen pada gelombang cahaya.

Contoh dari polarisasi cahaya ini adalah terbentuknya warna biru pada langit. Cahaya biru tersebut memiliki panjang gelombang yang lebih pendek sehingga mata kita hanya melihatnya sebagai warna biru.

Itu adalah empat sifat gelombang cahaya yang paling utama sehingga perlu kamu ketahui dan pahami dengan benar. (R10/HR-Online)