Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita TasikmalayaSMK BPI Baturompe Tasikmalaya Tahan Ijazah Siswa karena Tunggakan, Ipan Batal Kerja

SMK BPI Baturompe Tasikmalaya Tahan Ijazah Siswa karena Tunggakan, Ipan Batal Kerja

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- SMK BPI Baturompe Tasikmalaya, Jawa Barat, menahan ijazah salah seorang siswanya bernama Ipan Aulia Rahman. Pihak sekolah menahan ijazahnya karena belum membayar tunggakana SPP, bangunan dan lainnya dengan total tunggakan Rp 1,9 juta.

“Saya tadi sudah datang ke sekolah mau membayar 500 ribu rupiah dulu. Tapi pihak sekolah bersikukuh tidak akan memberikan ijazah adik saya lantaran harus membayar setengahnya senilai 1 juta rupiah dulu. Baru bisa diambil ijazahnya,” kata Wilianto, kepada HR Online, Jumat (28/07/2022).

Ia juga mengatakan bahwa, adiknya butuh ijazah untuk kebutuhan kerja di Cikarang. Karena mau tanda tangan kontrak kerja pada sebuah PT. Salah satu syaratnya harus memperlihatkan ijazah asli SMK.

“Tapi tidak ada kebijaksanaan dari pihak SMK BPI Baturompe Tasikmalaya. Tidak ada solusi agar sama-saman enak lah. Kalau kejadiannya seperti ini, mau bisa bayar ijazah gimana. Mau kerja saja ijazahanya ditahan,” ujar Wilianto.

Baca Juga : Lulusan SMK Kesehatan Parigi Pangandaran Terima Beasiswa ke Jepang

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau ijazah itu sudah bisa diambil untuk diperlihatkan kepada pihak perusahaan saat tandatangan kontrak kerja. Pasti adiknya pun bakal membayar sisa tunggakan ke sekolah kalau sudah gajian.

“Harus begini mungkin nasib orang susah mah,” ungkap Wilianto.

Sementara itu, pihak SMK BPI Baturompe Tasikmalaya, tetap tidak akan memberikan ijazah kepada siswa tersebut sebelum membayar tunggakan senilai Rp 1,9 juta.

“ijazah akan saya kasih tapi harus membayar setengahnya, ya minimal Rp 1 juta dulu,” kata Bendahara SMK BPI Baturompe, Elia.

Alasan pihak sekolah tetap menahan ijazah karena banyak siswanya yang sebelumnya janji akan mencicil tunggakan. Tetapi pada kenyataannya tidak mencicil, sedangkan ijazah sudah mereka ambil. 

“Itu yang menjadi ketakutan kami,” tandas Elia. (Apip/R3/HR-Online/Editor-Eva)