Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita TerbaruTata Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan, Ketahui dari Sekarang!

Tata Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan, Ketahui dari Sekarang!

Tata cara membayar hutang puasa Ramadhan adalah kewajiban yang harus segera kita tunaikan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa setiap muslim itu sejatinya ada yang mempunyai hutang puasa saat bulan Ramadhan.

Oleh sebab itu, dalam ajaran Islam wajib sekali hukumnya untuk mengganti puasa tersebut. Tapi dalam hal ini, Allah memberikan keringanan. Menurut syarat dan ketentuannya, terdapat beberapa orang yang bisa membayar fidyah.

Tapi hal tersebut tidak berlaku bagi mereka yang mampu mengganti puasanya.

Sebagaimana arti dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 184 yang artinya adalah, yakni pada beberapa hari tertentu. Siapa yang sakit di antara kalian ataupun sedang dalam perjalanan, maka hukumnya wajib untuk mengganti sebanyak hari ia tidak berpuasa tersebut di hari yang lain.

Untuk mereka yang berat menjalankannya wajib hukumnya membayar fidyah, yakni memberi makan kepada orang miskin. Tapi barangsiapa yang rela mengerjakan kebaikan, maka hal tersebut lebih baik untuknya dan puasa tersebut juga lebih baik untukmu apabila kamu mengetahui.

Mungkin lebih dominan bisa dikatakan bahwa wanitalah yang lebih banyak mempunyai hutang daripada kaum laki-laki. Kendati demikian, ada juga kaum laki-laki yang mempunyai hutang puasa karena sebuah uzur tertentu.

Bisa karena sakit ataupun yang lainnya. Namun, Bagaimana sebenarnya cara membayar hutang puasa tersebut?

baca juga: Adab Dalam Berhutang Sesuai Ajaran Islam yang Harus Anda Perhatikan

Tata Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan yang Benar

Maka dengan demikian itu, bisa kita simpulkan bahwa cara membayar hutang puasa Ramadhan itu terdapat 2 cara. Pertama adalah mengganti puasa tersebut dengan puasa.

Kemudian yang kedua adalah menggantinya dengan cara membayar fidyah atau memberi makan kepada orang miskin. Mengapa hukumnya wajib untuk mengganti?

Karena pada dasarnya hukum puasa Ramadhan itu sendiri adalah wajib bagi setiap muslim yang sudah dapat membedakan mana yang baik dan buruk, berakal, dan syarat lainnya.

Sebenarnya membayar hutang puasa itu bisa dengan puasa dan membayar fidyah. Bagaimana maksudnya? Bukan tidak mungkin Apabila kita mempunyai banyak hutang puasa karena suatu halangan tertentu.

Di sisi lain kita bisa membayar hutang puasa tersebut dengan puasa.

Tetapi karena masih sisa beberapa hari yang kita benar-benar tidak berpuasa, maka kita boleh mengganti atau membayar hutang puasa tersebut dengan membayar fidyah.

Tapi dalam tata cara membayar hutang puasa Ramadhan itu sendiri terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku.

Terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku apabila Anda memilih untuk membayar fidyah dan begitu juga dengan sebaliknya, jika Anda harus menggantinya dengan puasa di lain hari.

baca juga: Batas Waktu Qadha Puasa Ramadhan Lebih Cepat Lebih Baik

Niat Puasa Qadha

Tapi dalam melakukan tata cara membayar hutang puasa Ramadhan tersebut juga bergantung kepada niat. Sebagaimana dalam ajaran Islam menjelaskan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan itu berdasarkan pada niatnya.

Maka sebelum kita menggantinya niatkan terlebih dahulu Apa yang sebenarnya ingin Anda lakukan tersebut. Tahukah Anda bagaimana untuk puasa Qadha?

“Nawaitu Shauma ghadin ‘an qadha’i fardhu syahru ramadhana lillahita’alla”. Arti bacaan tersebut adalah, aku berniat mengqadha puasa Ramadhan karena Allah semata.

Sangat mudah bukan? Bukan hanya niatnya saja, meskipun mengganti tetapi alangkah lebih baiknya jika Anda menjalankan puasa Qadha tersebut sama seperti halnya dengan puasa wajib atau Ramadhan. Bagaimana maksudnya?

Hindarilah hal-hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa tersebut. Bukan hanya makan, minum, atau melakukan hubungan suami istri. Seperti halnya ghibah nyatanya juga mengurangi pahala puasa.

Jadi jangan sampai niat kita ingin mengganti puasa karena ghibah tersebut maka pahala yang kita dapatkan seharusnya 100% tetapi berkurang separuhnya.

Sungguh hal yang demikian itu sangatlah merugikan diri kita sendiri. Jangan lupa juga untuk makan sahur ketika menjalankan puasa Qadha dan bersegeralah pula untuk berbuka puasa.

Perlu Anda ketahui, dalam mengganti puasa Qadha Anda juga bisa menggunakan cara seperti halnya Puasa Daud ataupun puasa Senin Kamis. Hanya saja niatnya harus mengganti puasa Ramadhan yang sudah kita tinggalkan.

Alangkah lebih baiknya juga, jika Anda tidak menunda-nunda membayar hutang puasa tersebut. Jangan lupa juga mengingat jumlah puasa yang sudah Anda tinggalkan.

Karena lebih cepat itu justru akan lebih baik dan kita juga tidak akan merasa terbebani. Sehingga tata cara membayar hutang puasa Ramadhan itu bukanlah suatu hal yang memberatkan diri kita sendiri.

baca juga: Sejarah Puasa Ramadan, Sudah Ada Sebelum Zaman Nabi Muhammad

Membayar Fidyah

Apalagi Allah dengan baiknya memberikan kita keringanan. Kita diperbolehkan untuk membayar fidyah apabila kita benar-benar tidak mampu mengganti puasa yang sudah kita tinggalkan dengan puasa di lain hari.

Itulah salah satu bukti kecintaan Allah terhadap hambanya. Allah itu tidak akan memberatkan hambanya melainkan membuat segalanya menjadi lebih mudah.

Ketahuilah dalam tata cara membayar hutang puasa Ramadhan yang satu ini, menurut hadits riwayat Abu Dawud menjelaskan fidyah untuk ibu hamil serta menyusui.

Wanita yang hamil dan menyusui, apabila mereka khawatir terhadap anaknya, maka mereka berbuka dan dapat memberikan makan kepada orang miskin. Biasanya membayar fidyah itu dengan 1 mud makanan pokok.

Berapa 1 mud itu? Apabila kita konversikan satu mud sebanyak 675 gram atau 6,75 ons. Apabila dibulatkan maka besaran fidyah tersebut adalah sebanyak 7 ons beras yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia.

Alternatif lain yang bisa kita lakukan adalah dengan menjamu menggunakan makanan siap saji kepada orang miskin sejumlah hari puasa Ramadhan yang sudah kita tinggalkan.

Bagi Anda yang masih mempunyai hutang, lakukan tata cara membayar hutang puasa Ramadhan tersebut. (Muhafid/R6/HR-Online)