Sabtu, Oktober 1, 2022
BerandaBerita NasionalBalita di Tangerang Muntah-muntah Usai Minum Paracetamol Kadaluarsa dari Posyandu

Balita di Tangerang Muntah-muntah Usai Minum Paracetamol Kadaluarsa dari Posyandu

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Seorang balita di Tangerang muntah-muntah hingga demam tinggi usai mengkonsumsi paracetamol diduga kadaluarsa dari Posyandu.

Balita yang berinisial ARK itu diberi obat penurun panas setelah mengikuti program imunisasi.

Kegiatan imunisasi tersebut berlangsung di Posyandu Bunga Kenanga, Karang Tengah, Kota Tangerang pada Selasa (9/8/2022) lalu.

Wydia, ibu dari sang balita mengatakan anaknya mengalami muntah serta demam tinggi usai mengkonsumsi paracetamol kadaluarsa.

Pada Selasa (9/8/2022) malam pukul 20.000 WIB, anaknya mengkonsumsi obat penurun panas dari Posyandu itu. Kemudian muntah-muntah usai meminumnya.

“Muntahnya sesudah meminum obat penurun panas,” ucap Widya, Rabu (10/8/2022).

Widya pun merasa heran melihat kondisi anaknya yang tak kunjung membaik setelah imunisasi dan meminum obat penurun panas.

Kemudian, ia mendapatkan info soal paracetamol yang telah kadaluarsa dari grup WhatsApp (WA) lingkungan setempat.

Wydia menerangkan, anaknya yang masih balita diberi paracetamol saat program imunisasi di Posyandu Bunga Kenanga, Kota Tangerang.

Widya mengaku mendapat obat penurun panas kadaluarsa itu dari tenaga kesehatan program imunisasi.

“Ini kan bahaya. Harusnya lebih teliti. Gimana kalau anak saya sampai kenapa-kenapa. Kok bisa sampai memberikan obat kadaluarsa seperti ini,” ucapnya.

Baca juga: Ibu Kos Menikah dengan Anak Kosnya Viral, Beda Usia 24 Tahun

Orang Tua Balita di Tangerang Kecewa

Widya juga kecewa dengan adanya pembagian paracetamol yang telah kadaluarsa pasca imunisasi sejumlah bayi di Posyandu Bunga Kenanga.

Menurutnya, tenaga medis harusnya bisa lebih teliti lagi dalam memberikan obat, terutama untuk balita pasca imunisasi.

“Pikir saya, orang medis seharusnya lebih teliti lagi. Itu kan obat. Bukan makanan,” tuturnya.

Sementara itu, pihak Puskesmas Pedurenan, Tangerang, mengaku belum mengetahui adanya pembagian paracetamol yang telah kadaluarsa pasca imunisasi anak balita.

Kepala Puskesmas Pedurenan, Andita, mengatakan pihaknya saat ini masih menelusuri terkait obat penurun panas kadaluarsa pasca imunisasi balita.

“Saat ini sedang kami telusuri lebih lanjut,” ucap Andita.

Tenaga kesehatan membagikan paracetamol yang diduga telah kadaluarsa pasca program imunisasi sejumlah bayi di Posyandu Bunga Kenanga.

Usai meminum paracetamol kadaluarsa dari Posyandu, balita berinisial ARK di Tangerang mengalami muntah-muntah serta demam tinggi.