Senin, Oktober 3, 2022
BerandaBerita TerbaruJarak Bumi dan Matahari Semakin Jauh, Apa yang Akan Terjadi?

Jarak Bumi dan Matahari Semakin Jauh, Apa yang Akan Terjadi?

Jarak Bumi dan Matahari semakin jauh dari waktu ke waktu. Peristiwa ini tentu saja sangat mengkhawatirkan karena Matahari memiliki peran sangat penting untuk Bumi.

Baik Bumi dan Matahari memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Melansir dari Live Science, jarak kedua benda Tata Surya tersebut memiliki jarak yang semakin jauh dari waktu ke waktu.

Satu yang menjadi pertanyaan saat ini, apa yang menyebabkan hal ini dapat terjadi dan apa saja dampaknya?

Baca Juga: Dampak Badai Matahari Bagi Bumi, Bisa Terjadi Kiamat Internet?

Jarak Bumi dan Matahari Semakin Jauh, Apa Penyebabnya?

Bumi sebagai planet tempat manusia tinggal memiliki interaksi dengan benda-benda langit lainnya, termasuk Matahari. Sebagai bintang utama Tata Surya, Matahari juga memiliki peran penting untuk Bumi.

Menurut laporan yang ada, jarak antara Bumi dan Matahari semakin membesar dari waktu ke waktu. Rata-rata jarak tersebut menurut NASA adalah 93 juta mil atau sama dengan 150 juta kilometer.

Namun, orbit Bumi tidak melingkar secara sempurna, atau dengan kata lain elips. Itu artinya, Bumi dan juga Matahari memiliki jarak setar 91,4 juta hingga 94,5 juta mil (142 juta hingga 152,1 kilometer).

Dari waktu ke waktu, bentangan tersebut perlahan mulai meningkat. Apa yang menjadi penyebabnya?

Baca Juga: Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Dia Penjelasannya dalam Sains!

Matahari Kehilangan Massanya

Jarak antara Bumi dan Matahari yang kian membesar memiliki dua penyebab utama. Salah satu dari penyebab tersebut adalah Matahari yang mulai kehilangan massa mereka.

Sedangkan penyebab lainnya jarak Bumi dan Matahari semakin jauh adalah cara pergerakan keduanya.

Matahari sebagai bintang utama terus-menerus memproduksi energi sehingga harus kehilangan massanya.

Selama sisa hidup Matahari yang diperkirakan sekitar 5 miliar tahun lagi, NASA memprediksi bahwa Matahari telah kehilangan sekitar 0,1% dari total massanya. Hal tersebut juga akan terus terjadi hingga Matahari benar-benar mati.

Meski 0,1% terdengar sedikit, tetapi faktanya itu mencakup jumlah massa yang banyak. Perkiraan 0,1% massa Matahari setara dengan massa planet Jupiter yang memiliki 318 kali massa Bumi.

Sedangkan gaya gravitasi pasang surut Matahari memberikan efek yang sangat lemah ada orbit Bumi yang menyebabkan planet ini bergerak sekitar 0,0003 cm dari Matahari setiap tahunnya.

Baca Juga: Sisa Umur Matahari Berhasil Diprediksi, Apa yang Terjadi Pada Bumi?

Apa yang Akan Terjadi?

DiGiorgio, astronom University of California menjelaskan bahwa cahaya Matahari akan menjadi lebih redup ketika berada semakin jauh dengan Bumi.

Jarak Bumi dan Matahari sendiri dapat tumbuh 0,2% selama 5 miliar tahun ke depan, sehingga peredupannya menurut perkiraan sekitar 0,4% energi Matahari akan mengenai permukaan Bumi.

Model evolusi bintang memprediksi bahwa cahaya Matahari akan meningkat sekitar 6% setiap 1 miliar tahun.

Dalam kondisi tersebut, maka perlahan-lahan suhu Bumi akan meningkat dan membuat lautan mendidih.

Dalam 5 miliar tahun ke depan Matahari akan kehabisan bahan bakar dan mati. Sebelum kematian tersebut, Matahari akan mulai membengkak menjadi bintang raksasa merah.

Saat ini terdapat beberapa ketidaksepakatan mengenai hal tersebut. Asumsi yang ada menyebut bahwa jarak Bumi dan Matahari semakin jauh, bisa membuat planet ini tetap bertahan dan mengorbit meski bintang tersebut tengah sekarat. (R10/HR-Online)