Senin, September 26, 2022
BerandaBerita BanjarJelang HUT RI, Terowongan Bersejarah di Banjar Bersolek

Jelang HUT RI, Terowongan Bersejarah di Banjar Bersolek

Berita Banjar (Harapanrakyat.com),- Dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan ke 77 Republik Indonesia, terowongan Philip yang bersejarah di Kota Banjar, Jawa Barat, bersolek.

Petugas Statsiun KAI Banjar, melakukan pemeliharaan Terowongan Philip atau Harry Wilhelmina itu. Lokasi terowongan berada di perbatasan Desa Binangun dan Sukamukti.

Terlihat petugas membersihkan bangunan bersejarah peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda itu. Sebelumnya terowongan itu tertutup oleh rumput liar.

Wakil Kepala Statsiun Banjar Yadi Supriadi mengatakan Terowongan Philip ini sangat bersejarah. Memiliki panjang sekitar 281 dan tercatat sebagai aset PT KAI.

“Terowongan Philip pada zaman penjajah dulu ini sebagai akses kereta api menuju Pangandaran. Sekarang sudah menjadi cagar budaya milik PT KAI,” kata Yadi Supriadi kepada HR-Online, Minggu (14/8/2022).

Baca Juga: Terowongan Hennry Wilhelmina di Banjar Terbengkalai & Menyeramkan

Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, pihaknya melaksanakan bakti prasarana jalur kereta api. Salah satunya dengan melakukan pemeliharaan terhadap bangunan bersejarah tersebut.

“Menyambut kemerdekaan Indonesia, kita lakukan pemeliharaan terhadap bangunan bersejarah ini. Seperti melakukan pengecetan pada bagian depan terowongan dan juga membersihkan rumput liar yang menutupi bangunan,” jelasnya.

Menurut sejarah, pembangunan terowongan sekitar tahun 1914 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Terowongan itu sebagai akses jalur KA Banjar-Pangandaran-Cijulang.

Masyarakat dulu memilih menggunakan kereta api sebagai moda transportasi untuk menempuh jarak yang cukup jauh.

Kemudian, Yadi menambahkan, pada tahun 1982 akses jalur kerta api Banjar-Pangandaran-Cijulang itu berhenti beroperasi.

“Mulai tidak beroperasi lagi sekitar tahun 1982-an. Kemudian dari pemerintah ada wacana untuk reaktivasi pada tahun 1998 untuk sampai ke Banjarsari. Tapi dulu malah terjadi krisis moneter,” tambahnya.

Yadi pun berharap masyarakat ikut andil dalam merawat dan juga melestarikan cagar budaya atau bangunan yang memiliki sejarah. Salah satunya Terowongan Philip yang bersejarah ini. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)