Kamis, Januari 26, 2023
BerandaBerita TerbaruKisah Raja Zulkarnain Adil dan Bijaksana Pembuat Tembok dari Besi

Kisah Raja Zulkarnain Adil dan Bijaksana Pembuat Tembok dari Besi

Kisah raja Zulkarnain terkenal sebagai salah satu tokoh pemimpin yang bijaksana dan Saleh. Namun siapa Raja Zulkarnain itu? bagaimana kehidupannya dalam sejarah Islam?

Ternyata pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan yang sering ditanyakan ketika seseorang belum mengetahui bagaimana kisahnya. Apakah kisah dari Zulkarnain itu sendiri terdapat dalam Al Quran

Ia bukanlah Seorang nabi melainkan merupakan hamba yang sholeh. Dalam 25 nabi dan rasul nama Zulkarnain juga tidak ada. Dalam kisah Zulkarnain merupakan sosok hamba yang sholeh dan mempunyai kehebatan dari Allah. Sehingga ia dapat menjinakkan kaum perusak yakni Yakjuj dan Makjuj.

Ia juga bukan hanya seorang hamba yang soleh saja tetapi merupakan pengembara yang lebih sampai ke timur dan barat. Secara harfiah, Zulkarnain itu mendapat julukan sebagai dia yang mempunyai tanduk 2.

Karena memang ialah pemimpin yang hebat serta adil yang membina tembok pemisah Yakjuj dan maksud dari penyerang orang Barat.

Baca juga: Kisah Rasulullah di Gua Hira, Tempat Mendapatkan Perintah Membaca

Kisah Raja Zulkarnain yang Disukai Rakyatnya

Adanya kisah dari umat terdahulu yang ada dalam Al Quran bertujuan supaya umat manusia dapat mengambil ibrah dari kejadian tersebut. Sedangkan salah satu kisah orang yang sholeh kemudian diceritakan dalam Al Quran adalah kisah raja Zulkarnain.

Dia merupakan sosok pengembara yang kuat, selalu menyuruh kepada kebaikan dan bijaksana. Kisahnya terdapat dalam Al Quran surat Al-Kahfi ayat 83 sampai 101.

Dalam Al Quran memang tidak ada cerita secara detail Zulkarnain itu tinggal di mana, kemudian anaknya siapa. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa Zulkarnain adalah seorang raja.

Konon katanya Zulkarnaen merupakan raja dari Persia yang bernama koresy tepatnya pada tahun 539 sampai 560 sebelum Masehi. Karena kebijaksanaan dan keadilan yang dimiliki oleh raja tersebut nyatanya Zulkarnain disukai oleh rakyatnya. Selain adil dan bijaksana, ia juga sangat sederhana.

Sama seperti halnya para nabi Ia juga selalu menyuruh kaumnya untuk melakukan kebaikan, mendakwahkan agama tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Sebagai seorang pengembara Ia juga sangat cerdas dan pandai berpetualang.

Dalam pertualangannya dari Barat ke Timur Ia juga menyebarkan agama tauhid serta menguasai bahasa berbagai dunia. Untuk urusan berlayar Zulkarnain juga merupakan ahlinya.

Baca juga: Kisah Nabi Sam’un yang Gagah Perkasa Miliki Pedang dari Rahang Unta

Kelebihan Ilmu dan Kekuatan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kisah raja Zulkarnain itu tidak luput dari karunia yang sudah Allah berikan kepadanya. Suatu hari saat dalam perjalanan ia sampai di belahan bumi Barat dan mendapati suatu kaum.

Mengetahui akan hal tersebut Raja Zulkarnain diberikan pilihan apakah akan menghukum kaum tersebut dengan siksaan atau berbuat baik. Karena Allah memberikan ketajaman Siyasah Syar’iyyah kepadanya, Ia membuat keputusan dengan kaum tersebut.

Apabila kaum tersebut membuat kerusakan akan mendapat hukuman serta dikembalikan kepada Tuhannya. Mereka juga akan mendapat azab dengan sangatlah pedih. Apabila mereka beriman dan melakukan amal sholeh ia akan mendapatkan balasan yang baik pula serta mereka akan mendapatkan kemudahan. 

Dalam membuat keputusan tersebut Zulkarnaen membuat keputusan yang sesuai dengan cara serta ketaqwaannya dalam menjalankan perintah dari Allah SWT.

Baca juga: Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom yang Menyimpang dari Ajaran Islam

Membuat Tembok dari Besi

Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya dan sampai di bagian bumi lain bertemu dengan Baina Al-Saddain. Baina Al-Sadain itu sendiri merupakan suatu wilayah yang berada di antara dua gunung yang tingginya sama.

Di tempat itu juga ia bertemu suatu kaum yang hidup ketakutan sebab terancam oleh suatu kelompok perusak atau Yakjuj dan Makjuj.

Kisah raja Zulkarnain yang bijaksana serta adil tersebut juga terkenal ketika ia membuat tembok penghalang. Ternyata yang membuat kaum pada dua gunung yang tingginya sama tersebut ketakutan adalah kaum perusak yakni Yakjuj dan Makjuj.

Ia merupakan orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, negeri, membunuh serta merampas makanan apapun yang ada di muka bumi. Ternyata kaum yang raja bijaksana temui itu merupakan kaum yang teraniaya.

Mereka menceritakan apa yang sudah mereka alami kepada Zulkarnain. Lantas kaum tersebut meminta bantuan Zulkarnain untuk membuat dinding pembatas antara mereka. Apakah raja adil tersebut akan mengabulkannya? Benar, ternyata Raja bijaksana tersebut mengabulkan permintaan kaum tersebut.

Hal tersebut ia lakukan karena sifat luhur nya yang ingin memperbaiki terjadinya kerusakan di bumi Allah. Selain itu juga menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah atas kekuasaan yang sudah Allah berikan kepadanya.

Allah sendiri juga membantu Zulkarnain untuk membuat tembok penghalang menggunakan teknologi serta pengetahuan. Ternyata tembok tersebut terbuat dari besi yang dipanaskan dengan api sampai mendidih.

Bangsa dan kaum perusak tidak bisa keluar ataupun melubanginya sampai hari kiamat nanti. Kaum perusak tersebut juga tidak bisa menuju ke negeri lain, sebab tembok tersebut merupakan jalan satu-satunya.

Dari kisah raja Zulkarnain, kita juga bisa mengambil hikmah apapun yang ia miliki ternyata tidak membuat ia sombong. Justru ia merasa rendah hati sebab Ia tidak mau menerima upah meskipun ada yang menawari untuk memberinya imbalan mahal. Segala sesuatu yang ia miliki merupakan titipan dari Allah. (Muhafid/R6/HR-Online)