Jumat, Desember 2, 2022
BerandaBerita PangandaranPemuda Kampung Bangun Wisata Musik di Pangandaran Melalui Studio Spotlight Indonesia

Pemuda Kampung Bangun Wisata Musik di Pangandaran Melalui Studio Spotlight Indonesia

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Membangun wisata musik di Pangandaran melalui Studio Spotlight Indonesia menjadi cita-cita Aan Suhendar (35), pemuda kampung asal Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Aan Suhendar atau lebih dikenal Reza Express yang juga owner Spotlight Indonesia, mulai menekuni dunia marketing digital sejak berhenti dari pengabdiannya sebagai kaur Pemerintahan Desa Sindangjaya tahun 2021 lalu.

Selama 6 tahun dirinya mengabdi menjadi seorang perangkat desa. Sebelumnya ia juga pernah menjadi guru honorer selama 3 tahun.

Aan bertekad akan membangun dan mengembangkan program pemberdayaan musisi di Indonesia. Khususnya di Pangandaran yang memiliki karya, baik penyanyi, aransemen maupun pencipta lagu. Mereka berpeluang mendapatkan royalti secara berkelanjutan sebagai penghasilannya.

“Kami siap memfasilitasi siapapun yang memiliki karya bidang musik melalui Spotlight Indonesia. Gratis, malah mendapatkan penghasilan dari karya mereka, baik bernyanyi, aransemen atau pencipta lagu dalam aplikasi live streaming StreamKar,” kata Aan Suhendar kepada HR Online, Selasa (23/08/2022).

Dalam aplikasi tersebut, lanjutnya, mereka tampil 1 jam dan akan mendapat bayaran Rp 280 ribu sampai Rp 630 ribu. Pihaknya akan mengambil yang terbaik untuk produksi di Studio Spotlight Indonesia.

“Sudah lebih dari 20 orang talent yang sudah produksi karya mereka sendiri. Secara legalisasi mereka sudah terdaftar dan terverifikasi sebagai artis media YouTube, Google, Spotify. Serta 150 aplikasi digital musik lainnya,” jelasnya.

Baca Juga : Museum Nyamuk, Tempat Wisata Ilmiah Satu-satunya di Pangandaran

Aan Suhendar menyebutkan, Spotlight Indonesia ini satu-satunya di Kabupaten Pangandaran dan baru berjalan sekitar 5 bulan. Tempatnya berada di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya.

“Karya-karya yang sudah kita produksi bisa dilihat melalui YouTube Studio Spotlight Indonesia. Baik lagu pop melayu hingga dangdut ada,” terangnya.

Selain itu, ada juga program titip edar. Jadi bagi siapapun yang berkarya melalui Chanel Spotlight Skuad, karya mereka aman dalam 150 aplikasi digital musik.

Studio Spotlight Indonesia Banyak Lahirkan Talent di Pangandaran

Menurut Aan, mereka juga antusias. Pihaknya sudah banyak melahirkan talenta, baik dalam dan luar daerah. Seperti talent yang dari Pangandaran ada Rina KDI, Ulfa asal Mangunjaya, Anida, Dhaif, dan Def dari Parigi.

“Kita perlu inovasi baru. Daerah wisata yang biasanya konvensional, bisa juga menjadi wisata musik. Sehingga dengan wisata musik melalui Studio Spotlight Indonesia ini mereka akan berdatangan ke Pangandaran,” ujar Aan Suhendar.

Baca Juga : Jual Bahan Baku dari Lingkungan, Pemuda Pangandaran Raup Puluhan Juta

Sedangkan, musisi yang sudah masuk ke Pangandaran antara lain dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Riau, Lampung, Bandung, Bogor. Serta beberapa daerah tetangga seperti Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Cilacap.

Dalam upaya membangun wisata musik di Pangandaran, pihaknya fokus pada pengkaryaan. Tidak mengandalkan bantuan dari pihak lain.

Meski begitu, Aan ingin Studio Spotlight Indonesia kedepan bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk mendorong dan mendukung pemberdayaan musisi daerah. Khususnya yang ada di Pangandaran.

Musisi Asal Riau dapat Royalti Rp 9 Jutaan

Sementara itu, musisi asal Kepulauan Riau, Oji mengaku kalau dirinya tinggal di Pangandaran sudah 4 bulan, yakni sejak bulan Ramadhan.

Baca Juga : Duh, Wisata Alam Bukit UU Pangandaran Sepi Pengunjung

Ia pun ditarik oleh pihak Spotlight Indonesia karena dianggap memiliki karya yang bagus. Pihak Studio Spotlight Indonesia pun memfasilitasinya untuk berkarya sesuai kemampuannya.

“Yang bisa menyanyi bisa dapat 800 ribu rupiah per bulan. Di sini berkarya tidak sulit, malah dapat uang royalti,” kata Oji Spotlight panggilan akrabnya.

Oji sendiri berkarya melalui Studio Spotlight Indonesia sebagai pencipta lagu, arranger, dan penyanyi. Dalam satu bulan ia bisa menghasilkan karya sebanyak 7 lagu dan uang royalti sekitar Rp 8-9 juta per bulannya.

“Bergabung di Studio Spotlight Indonesia melalui aplikasi Streamkar, musisi bisa berkarya dan mendapatkan royalti tambahan. Sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan pemerintah. Ini wadah buat para seniman untuk berkarya dan mendapatkan penghasilan,” pungkasnya. (Madlani/R3/HR-Online/Editor-Eva)