Minggu, Februari 5, 2023
BerandaBerita BanjarProduksi Minim dan Harga Pakan Pemicu Tingginya Harga Telur di Kota Banjar

Produksi Minim dan Harga Pakan Pemicu Tingginya Harga Telur di Kota Banjar

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Akibat produksi minim dan harga pakan naik menjadi pemicu tingginya harga telur ayam di Kota Banjar, Jawa Barat. Saat ini harga telur ayam ras di tingkat peternak mencapai Rp 28 ribu per kilogram.

Peternak ayam petelur di Dusun Cigadung, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Eman (41), mengaku diuntungkan dengan tingginya harga telur ayam di Kota Banjar. Karena harga telur ayam ras tingkat peternak juga ikut naik.

Ia menyebutkan, harga telur ayam ras di tingkat peternak saat ini mencapai Rp 28 ribu per kilogram. Harga tersebut naik Rp 3 ribu dari harga telur ayam ras di Kota Banjar pada tiga hari sebelumnya. Yaitu Rp Rp 25 ribu per kilogram.

“Sekarang harga dari kandang Rp 28 ribu per satu kilogram. Kalau kita hitung-hitung, ya masih dapat. Tapi kan pakannya juga sekarang ikut naik,” kata Eman kepada HR Online, Selasa (23/08/2022).

Baca Juga : Produk Gula Aren Cair Hasil Kelompok Tani Banjar Diminati Sejumlah Daerah

Peternak Untung Harga Telur Ayam di Kota Banjar Naik

Eman mengaku mendapatkan keuntungan dengan adanya kenaikan harga tersebut. Meski menurutnya belum begitu signifikan, mengingat harga pakan sekarang ini juga ikut naik.

Harga pakan, kata Eman, saat ini mencapai Rp 385 ribu per karung, dengan berat isi 50 kilogram. Harga pakan ini naik Rp 5 ribu dari harga pada dua minggu yang lalu, yaitu Rp 380 ribu per kilogram.

Ia mengatakan, naiknya harga pakan tersebut cukup mempengaruhi biaya produksi. Terlebih kebutuhan pakan ternak dari 400 ekor ayam petelur yang ia kembangkan setiap bulannya mencapai sekitar 1,5 ton. Atau satu karung per harinya.

“Punya saya ada 400 ekor ayam petelur. Satu hari biasanya saya habis satu karung pakan. Kalau satu bulan sekitar 1,5 ton,” tuturnya.

Eman juga mengambil pakannya dari Ciamis karena harga pakan di Banjar lebih mahal. Selisih harganya bisa sampai Rp 3-5 ribu per karung jika ambil di tempat. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)