Minggu, Februari 5, 2023
BerandaBerita TerbaruProfil Ir Sutami, Menteri Paling Miskin yang Anti Korupsi

Profil Ir Sutami, Menteri Paling Miskin yang Anti Korupsi

Profil Ir Sutami merupakan sosok sederhana yang menjadi Menteri Pekerjaan Umum dengan jabatan terlama, yaitu selama 12 tahun. Sejarah Indonesia mencatat, tidak hanya menteri dengan jabatan terlama, Sutami juga terkenal sebagai menteri paling miskin yang anti korupsi.

Menurut sebuah buku dari Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang berjudul, “Prof. Dr. Ir. Sutami: Daftar Riwayat Hidup”, Sutami lahir tepat pada tanggal 19 Oktober 1928 di Surakarta.

Sejak kecil Sutami mendapat didikan langsung dari ayahnya Raden Ngabehi Mloyowiguno, seorang pegawai karawitan Keraton Surakarta.

Meskipun sejak kecil Sutami sudah bersentuhan dengan seni, namun tampaknya jalan hidup Sutami tidak membawanya menjadi seorang pekerja seni.

Sutami justru menjadi seorang insinyur yang mengantarnya menjadi Menteri Pekerja Umum dengan jabatan terlama.

Profil dan Riwayat Hidup Ir Sutami

Berikut ini kisah hidup menteri paling miskin yang anti korupsi Ir Sutami:

Tokoh Dibalik Bangunan Megah di Indonesia

Setelah menamatkan pendidikan SMA di Surakarta pada tahun 1950, Sutami melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Teknik Bandung (ITB). Tepat pada tahun 1956 Sutami resmi menyandang gelar Insinyur lulusan ITB.

Baca Juga: Haji Rasyidi, Menteri Agama RI Pertama yang Menyukai Filsafat

Setelah menamatkan pendidikannya di ITB, Ir Sutami mulai aktif sebagai Asisten Luar Biasa untuk mata kuliah Bangunan Air dan Mekanika Teknik di Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Berkat ketekunannya Ir Sutami sering terlibat dalam berbagai Proyek Mercusuar Presiden Sukarno. Salah satu proyek yang melibatkan peran dari Ir Sutami adalah pembangunan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada tahun 1962.

Tepat pada tahun 1965 Ir Sutami kembali menangani pembangunan Gedung Conefo (Conference of the New Emerging Forces).

Untuk membangun dua bangunan mercusuar ini Ir Sutami menggunakan teori yang bernama ultimate strength design.

Pasca kejatuhan Presiden Sukarno, Presideon Suharto menunjuk Ir Sutami sebagai Menteri PU di Kabinet Pembangunan.

Pada masa Pemerintahan Orde Baru, Ir Sutami kembali terlibat di dalam berbagai proyek-proyek besar seperti, waduk, saluran irigasi, hingga pusat-pusat tenaga listrik.

Menteri Termiskin yang Anti Korupsi

Profil Ir Sutami memang memiliki sifat yang sederhana. Meskipun menangani berbagai proyek besar selama masa Pemerintahan Presiden Sukarno dan Suharto tidak membuat Ir Sutami suka bermewah-mewahan.

Mengutip dari sebuah buku karya Yudi Latief yang berjudul, “Mata Air Keteladanan: Pancasila dan Perbuatan”.

Baca Juga: Haji Muhammad Sudjak, Ditertawakan saat Ingin Bangun RS PKU Muhammadiyah

Meskipun memimpin kementerian yang beranggaran besar, profil Ir Sutami tetap saja orang yang bersih, lurus, santun, dan pekerja keras. Bahkan ada kisah, stafnya menemui Ir Sutami untuk mengucapkan Idul Fitri, rumah Pak Menteri tersebut bocor.

Ir Sutami memiliki dedikasi yang besar dalam menangani urusan pembangunan di Indonesia. Ia meyakini bahwa setiap pembangunan semata-mata hanya demi kebermanfaatan bagi rakyat kecil.

Ia dikenal sebagai pribadi yang anti korupsi. Agaknya inilah yang menjadi sebab hidup Ir Sutami jauh dari kata mewah, bahkan berpredikat sebagai “menteri termiskin”. Sikap jujur dalam mengemban amanah membuat pembangunan yang ditangani Ir Sutami selalu berhasil baik.

Ir Sutami menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum selama kurang lebih 12 tahun lamanya. Ia turun dari jabatannya pada tahun 1978.

Mundurnya Ir Sutami dari jabatannya akibat kondisi kesehatannya yang memburuk. Menurut sejumlah sumber kesehatannya ini dipengaruhi oleh kekurangan gizi dan kelelahan.

Menteri yang Disukai Sukarno dan Suharto

Sikap Ir Sutami yang sederhana, tekun, dan anti korupsi inilah yang membuat Presiden Sukarno dan Suharto menyukainya. Meskipun memiliki orientasi pembangunan yang berbeda, namun nyatanya Ir Sutami mampu mengemban amanah dengan baik.

Baca Juga: Pemuda Zaman Orba, Hidup Manja dan Gemar Menghisap Ganja?

Profil dan pribadi Ir Sutami memang menarik perhatian Sukarno dan Suharto. Selain karena karakter Ir Sutami yang menarik perhatian alasan lainnya karena keahliannya di bidang teknik

Kinerja Ir Sutami membuat Presiden Sukarno dan Suharto amat puas dengan kinerja yang Ir Sutami di bidang teknik.

Dalam sebuah buku karya Pusat Data Analisis Tempo yang berjudul, “Kiprah Ir. Sutami Membangun Infrastruktur Indonesia”, mimpi sukses Ir Sutami di bidang teknik, tentu saja antara lain karena kegemarannya terhadap bidang itu sudah ada sejak bangku sekolah.

Akhir hayatnya, Ir Sutami wafat pada tanggal 13 November 1980 tepat pada usia 52 tahun. Untuk mengenang jasanya ini Pemerintah Indonesia kemudian membangun bendungan dengan nama Bendungan Sutami yang terletak di Kabupaten Malang.

Bendungan ini diresmikan pada tahun 1981 yang berperan sebagai pembangkit listrik dan menyediakan irigasi air hingga hari ini. Bendungan ini ibarat representasi profil Ir Sutami yang mendedikasikan hidupnya sebagai pelayan rakyat hingga akhir hayatnya. (Azi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)