Jumat, Oktober 7, 2022
BerandaBerita CiamisPuluhan Mama Muda di Ciamis Tertipu Arisan Bodong, Ini Pengakuan Pengelola

Puluhan Mama Muda di Ciamis Tertipu Arisan Bodong, Ini Pengakuan Pengelola

Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- Puluhan mama muda asal Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mengaku tertipu arisan bodong. Novi Riani warga Banjarsari, pengelola arisan bodong, mengaku terpaksa melakukanya untuk menutupi utang.

Kepada polisi, Novi mengaku uang para member tersebut ia gunakan untuk membayar utang kepada member lain. Sebelumnya kejadian ini, Novi membuat arisan dengan sistem Duos. Uang dari member yang masuk kemudian dibayarkan lagi ke member lain.

“Jadi uang itu buat bayar bonus para member, namun lama-lama nominal pinjaman kian besar dan saya tidak lagi sanggup untuk mengolah uang itu lagi. Sehingga saya berinisiatif membuat member baru atas nama orang lain, padah itu saya,” ujarnya, Selasa (2/8/2022).

Novi pun memberi contoh, seorang pinjam ke si A dengan alasan ada member baru sebut saja B. Padahal si B itu adalah dia sendiri.

Baca Juga: Tertipu Arisan Bodong, Puluhan Mama Muda di Banjarsari Ciamis Lapor Polisi

“Begitu dan selalu begitu hingga akhirnya uang pinjaman ke member makin membengkak,” katanya.

Untuk mendapat kepercayaan, pengelola arisan bodong ini selalu memberikan keuntungan besar kepada member yang umumnya para mama muda. Sehingga dalam jangka waktu dua bulan ia mampu mempunyai sekitar 45 member.

“Setiap member saya berikan bonus besar per Minggu nya. Seperti member yang memberikan pinjaman Rp 10 juta, nanti pengembaliannya Rp 13 juta. Sementara untuk mengembalikan uang plus bonus itu saya meminjam lagi ke member lain,” terang Novi.

Guna melancarkan modus arisan bodong ini, ia iming-imingi para mama muda itu dengan bonus yang menggiurkan.

Novi pun terus melakukan praktik gali lobang tutup lobang. Sampai akhirnya uang dari member pun semakin besar sampai ia tak sanggup lagi untuk membayarnya.

“Kemarin saya hitung untuk yang arisan Duos dari 45 member itu 800 jutaan. Tambah lagi pinjaman program lainnya, semuanya sekitar 1 miliar,” jelasnya. (Suherman/R9/HR-Online/Editor-Dadang)