Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita BanjarSeba Hasil Bumi Pulomajeti Banjar, Upaya Lestarikan Budaya

Seba Hasil Bumi Pulomajeti Banjar, Upaya Lestarikan Budaya

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Upaya melestarikan budaya leluhur, masyarakat Pulomajeti, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat menggelar seba hasil bumi.

Bagi sebagian masyarakat Kota Banjar, mungkin acara tersebut masih terdengar sedikit asing.

Tokoh masyarakat Pulomajeti, Emed Setiawan mengatakan, seba dalam bahasa zaman dulu memiliki arti memberikan, sehingga seba hasil bumi adalah memberikan hasil bumi dari petani kepada sesepuh atau pemimpin pemerintahan.

“Jadi ini merupakan perilaku orang tua kita zaman dulu yang sering mengayakan acara seba. Seba memiliki arti memberikan kasih sayang kepada pupuhu atau pemerintahan dari para petani,” kata Emed Setiawan, Kamis (4/8/2022).

Emed menjelaskan, biasanya para petani memberikan persembahan berupa hasil panen yang melimpah.

“Yang diberikan yaitu hasil panen para petani yang ada di Pulomajeti. Kenapa hasil panen yang diberikan, karena di Pulomajeti terdapat sumber daya pertanian yang melimpah termasuk juga memiliki sebuah situs,” jelasnya.

Baca Juga: Menelisik Cerita Mistis Hutan Pulomajeti Banjar

Kemudian, lanjutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari acara Ngabumi 4.

“Acara hajat ngabumi sudah dilaksanakan empat kali setiap tahunnya, namun untuk melaksanakan seba hasil bumi ini baru sekarang karena itu juga berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, kegiatan selanjutnya masyarakat akan melakukan acara Nyangreub atau menandai padi yang akan dipanen.

“Itu bertujuan untuk menandai bahwa padi yang akan dipanen itu memiliki kualitas unggul,” papar Emed.

Ia berharap dengan adanya acara Hajat Ngabumi yang dilaksanakan selama 2 hari itu bisa melestarikan budaya leluhur. Namun juga tidak menghilangkan akidah atau keyakinan kepada Tuhan.

“Kemudian kami harapkan juga indeks pendapatan masyarakat meningkat, dan masyarakat bisa mendukung dengan adanya upaya melestarikan budaya ini,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut juga turut hadir para tokoh dan budayawan dari berbagai daerah. Seperti budayawan dari Dieng, Banten, Bandung, dan daerah lainnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)