Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita CiamisSerunya Lomba Ngelentik, Buat Minyak Goreng dari Kelapa di Ciamis

Serunya Lomba Ngelentik, Buat Minyak Goreng dari Kelapa di Ciamis

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis menggelar lomba membuat minyak goreng dari kelapa (Ngelentik) dan baris-berbaris bertongkat untuk para Pembina. 

Kegiatan tersebut, dalam rangka memperingati  hari ulang tahun Gerakan Pramuka ke-61 tahun 2022, kegiatan itu diselenggarakan di halaman Kwarcab Ciamis, Sabtu (6/8/2022). 

Berdasarkan pantauan HR Online, sejumlah peserta sangat menyambut antusias kegiatan  lomba membuat minyak kelapa atau Ngelentik dan juga lomba baris-berbaris ini.

Baca Juga: Mental Spiritual Anggota Pramuka Kwarcab Ciamis Digembleng

Untuk lomba minyak kelapa, para peserta telah menyiapkan bahan-bahan pokok dan alat-alat memasak. Pihak panitia juga memberikan garis kotak atau Kalang untuk para peserta Ngelentik. 

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 27 Kwartir Ranting (Kwaran), 27 Kecamatan di Kabupaten Ciamis. 

Ketua Kwarcab Ciamis, Nanang Permana mengatakan, lomba ngelentik atau membuat minyak goreng dari kelapa sebagai antisipasi jika terjadi lagi fluktuasi harga minyak goreng. 

“Maka dari itu jika nanti terjadi lagi, di Kabupaten Ciamis tidak lagi berteriak-teriak minyak goreng itu mahal. Karena, Ciamis itu mempunyai legenda panjang tentang minyak goreng,” katanya.

Lomba Ngelentik Minyak Kelapa Terinspirasi dari Sejarah

Nanang menyebut Pabrik Gwan Hien di Ciamis merupakan pabrik yang memproduksi minyak goreng yang berdiri pada abad 18. 

“Pabrik Gwan Hien itu sendiri berdiri sejak abad 18 karena di kita banyak kelapa. Jadi aneh di wilayah banyak kelapanya ketika minyak goreng mahal itu malah teriak-teriak, ngapain,” katanya. 

Menurutnya, silakan saja minyak goreng mahal, karena bagi Ciamis itu tidak berpengaruh. Pasalnya, Ciamis bisa membuat minyak goreng dari kelapa. 

“Adapun penyakitnya minyak goreng itu suka tengik, ya kalau tidak diproses lagi. Pengalaman kita tidak pernah ada jalantah atau bekas minyak goreng tengik itu gak ada. Karena setelah jadi itu, kita rebus lagi selama 15 menit dalam 100 derajat,” tuturnya.

Nanang mengungkapkan, Kwarcab Ciamis saat ini memulai Ngelentik untuk jaga-jaga terjadi lagi bencana minyak goreng di masa depan.

“Sehingga jika terjadi lagi, masyarakat Ciamis itu tidak perlu teriak-teriak lagi akan mahalnya minyak goreng. Karena, kita ini mempunyai minyak kelapa,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu peserta dari Kwaran Baregbeg, Maman mengaku jika membuat minyak goreng kelapa atau ngelentik ini digalakkan kembali pihaknya sangat menyetujuinya.

Pasalnya, jika membuat sendiri itu bisa memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada di Kabupaten Ciamis sendiri, dan yang pastinya harganya juga sangat ekonomis.

“Sangat setuju sekali kalau membuat minyak goreng kelapa ini kembali digalakkan. Selain menghasilkan minyak, nantinya juga bisa menghasilkan galendo makanan khas Ciamis,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)