Rabu, Februari 1, 2023
BerandaBerita TerbaruSyurahbil bin Hasanah, Sahabat Nabi yang Meninggal Karena Wabah

Syurahbil bin Hasanah, Sahabat Nabi yang Meninggal Karena Wabah

Syurahbil bin Hasanah merupakan salah satu sahabat Nabi SAW. Mempunyai nama Abu Abdillah atau Abu Abdurrahman atau Abu Wailah.

Nama ayah Abu Abdillah tersebut adalah Abdullah Bin Mutha’. Berasal dari kabilah Ghauts bin mura atau dari kabilah kinda atau kabilah Bani Jumah atau Bani Tamim.

Baca juga: Imran bin Hushain Ditimpa Penyakit Puluhan Tahun, Tetap Sabar!

Kemudian nama ibunya adalah Hasanah yang berasal dari Bani Adi. Konon katanya, sang ibu merupakan penduduk kota Adauli.

Sahabat nabi tersebut merupakan anak dari seorang perempuan ataupun ibu Syurahbil yang bernama Hasanah. Ia sudah memeluk Islam sejak ia di Mekah, kemudian ikut hijrah ke Habasyah.

Ia juga berhijrah bersama anaknya yakni Abu Abdillah atau Abu Abdurrahman. Mengenai hal ini dalam catatan Imam Ibnu Sa’d dikatakan, Hasanah sudah memeluk Islam di Mekah, ia juga turut berbaiat serta hijrah ke tanah Abbasiyah, hijrah yang kedua dengan anaknya yakni syurahbil bin Hasanah.

Nasab sahabat nabi tersebut juga dinisbatkan kepada ibundanya. Dengan demikian itu bisa dikatakan bahwa Abu Abdillah ini merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang memeluk Islam di era Mekkah dengan ikut hijrah bersama ibunda dan keluarga lainnya.

Kisah Syurahbil bin Hasanah Sahabat Nabi Muhammad SAW

Sebenarnya Syurahbil ini sendiri merupakan sahabat nabi yang mana ia memeluk Islam tidak lama setelah Baginda Nabi Muhammad SAW menjadi rasul. Saat itu ia memeluk Islam tidak sendirian seperti yang sudah ada pada penjelasan sebelumnya.

Baca juga: Kisah Amr bin Jamuh Penyembah Berhala yang Masuk Islam dan Syahid

Ia memeluk Islam bersama ibunya, ayah tiri, dan saudara tirinya. Lalu melalui keturunan ibundanya ia terhubung dengan suku Quraisy klan Bani zuhrah dan Bani Jumah.

Bukan hanya itu saja, melainkan Syurahbil juga merupakan salah satu komandan tersukses dalam pasukan Rasyidin. Pada tugas di bawah pimpinan khalifah Rasyidin Abu Bakar radhiyallahu Anhu dan Umar Bin Khattab.

Dengan demikian itu, Abu Abdillah ini merupakan salah satu komandan lapangan utama selama terjadi penaklukan di Suriah. Ia bertugas sejak tahun 634 sampai ia wafat karena sebuah wabah.

Ketika di Mekah, Syurahbil dengan keluarganya juga hidup di kalangan orang kafir Quraisy. Sebab adanya kebencian dari kaum Quraisy terhadap Baginda Nabi Muhammad SAW serta pengikutnya maka Syurahbil dan keluarganya juga mengalami siksaan yang keras.

Hal tersebutlah yang menyebabkan ia dan keluarganya dua kali hijrah ke daerah ke Habasyah.

Rasulullah Sangat Sayang

Apakah dengan banyaknya penderitaan yang Syurahbil bin Hasanah rasakan bersama keluarganya menyebabkan ia kembali keluar dari Islam?

Tentu saja tidak. Mereka sangat tangguh dalam menghadapi hal tersebut. Karena ketangguhan itulah yang menyebabkan Rasulullah SAW sangat sayang dan dekat dengan sahabatnya tersebut.

Suatu hari Nabi Muhammad SAW juga pernah meminjam baju satu-satunya dari anak Hasanah tersebut. Bukan hanya mengikuti banyak peperangan ketika menjadi sahabat Baginda Nabi dan setelah masuk Islam.

Baca juga: Sahabat Nabi dari Kaum Anshar, Hamba Allah Penuh Kemuliaan!

Karena memang ia juga menjadi juru tulis di masa Rasulullah SAW. Tidak heran apabila dalam kisah Syurahbil bin Hasanah ini juga terkenal sebagai juru tulis Nabi Muhammad SAW serta menjadi penulis surat Baginda nabi kepada para penduduk negeri Allah.

Tidak hanya itu saja, Abu Abdillah ini juga pernah diutus ke Mesir sebagai utusan Baginda Nabi kepada para penguasa yang berada di sana.

Namun, menjadi suatu hal yang sangat menyedihkan. Saat rasulullah wafat, sahabat karibnya tersebut sedang tidak berada di Mesir.

Peperangan

Ketika masa kepemimpinan Abu Bakar As Siddiq dan Umar Bin Khattab. Syurahbil bin Hasanah tersebut juga menjadi panglima dalam banyak peperangan dan penaklukan.

Ada perang riddah, yang menjadikan Syurahbil termasuk dari 14 panglima perang yang dikirim Abu Bakar ke Syam di bawah instruksi dari Khalid bin Walid.

Baca juga: Kisah Zahid dan Zulfah yang Bertakwa kepada Allah dan Rasul

Tidak hanya pada perang riddah saja, tetapi pada Perang Tabuk menyebabkan Syurahbil bin Hasanah ikut dalam pasukan Khalid bin Walid.

Sedangkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar Bin Khattab, ia dikirim Abu Ubaidah untuk membantu Amar bin as. Tak hanya itu saja sahabat nabi ini juga mampu membuka serta menaklukkan Baisan.

Ketahuilah wafatnya Syurahbil bin Hasanah tersebut karena terkena wabah amawas ketika usianya 67 tahun. Besar jasanya dalam menyebarkan Islam bersama baginda Nabi Muhammad SAW. (R10/HR-Online)