Selasa, Februari 7, 2023
BerandaBerita BanjarTangis Haru Orang Tua Usai Anaknya Dikukuhkan Jadi Paskibra Kota Banjar

Tangis Haru Orang Tua Usai Anaknya Dikukuhkan Jadi Paskibra Kota Banjar

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Tangis haru keluarga pecah menggambarkan rasa bangga terhadap anaknya usai dikukuhkan menjadi Paskibra Kota Banjar, Jawa Barat.

Pengukuhan pasukan pengibar bendera (Paskibra) untuk upacara peringatan HUT RI ke-77 tahun 2022, berlangsung di Pendopo Kota Banjar, Selasa (16/08/2022).

Adalah Ade Syahrul Mubarok (16), anak kedua dari dua bersaudara pasangan Uti Susilawati dan Yayan Surahman, warga Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Saat ini, Ade tercatat sebagai pelajar kelas 8 di SMAN 2 Banjar.

Ade Syahrul masuk ke dalam pasukan yang akan mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, di Taman Kota Lapang Bhakti, Rabu (17/08/2022).

Orang tua Ade Syahrul Mubarok, Yayan Surahman mengaku sangat bangga dan bersyukur, karena anaknya telah dikukuhkan jadi pasukan pengibar bendera.

“Jujur kami sebagai orang tua dari Ade Syahrul Mubarok merasa sangat bangga karena telah lolos seleksi. Sekarang dikukuhkan sebagai pasukan pengibar bendera untuk upacara Hari Kemerdekaan RI,” kata Yayan kepada HR-Online, Selasa (16/08/2022).

Ia pun mengungkapkan, awalnya tidak menyangka anak bungsunya itu akan menjadi Paskibra tingkat Kota Banjar. Karena menurutnya hal itu tidak mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan.

“Tapi selama seleksi saya selalu memberikan dukungan dan doa yang terbaik untuknya,” ungkap Yayan.

Baca Juga : Hebat, Guru dan Siswa SMAN 2 Banjar Luncurkan 2 Karya Buku

Bangga Jadi Paskibra Kota Banjar

Sementara itu, Ade Syahrul Mubarok menuturkan, untuk sampai pada posisi sekarang butuh pengorbanan dan perjuangan cukup keras.

“Perjuangan untuk sampai pada titik sekarang tentunya tidak mudah. Butuh kesungguhan dan kedisiplinan,” katanya.

Untuk mempersiapkan semuanya, lanjut Ade Syahrul, butuhkan waktu selama 4 bulan latihan. Serta pemusatan latihan selama 10 hari di Batalyon Raider 323.

Ia mulai mengikuti latihan sejak bulan Maret sampai H-10. Kemudian pemusatan latihan selama 10 hari.

Menurut Ade, menjadi seorang pasukan pengibar bendera merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada negara.

“Jadi seorang pengibar bendera itu bukan tugas berat, juga bukan tugas ringan. Untuk itu sangat diperlukan kedisiplinan. Karena menjadi pengibar bendera adalah suatu kebanggaan,” kata Ade Syahrul. Usai dikukuhkan jadi Paskibra Kota Banjar. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)