Senin, Februari 6, 2023
BerandaBerita Pangandaran7000 KPM di Langkaplancar Pangandaran Mulai Terima Bansos BBM

7000 KPM di Langkaplancar Pangandaran Mulai Terima Bansos BBM

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Warga Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang terkena dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) mulai menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp 500.000. Sedangkan untuk penyalurannya langsung oleh petugas dari PT Pos Indonesia.

Adapun bantuan langsung tunai atau BLT tersebut, bertujuan untuk meringankan beban masyarakat usai pemerintah menaikan harga BBM pada 3 September 2022 lalu.

Mumin, salah seorang warga Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar mengatakan, kenaikan harga BBM sangat berpengaruh terhadap masyarakat.

Sebab, dengan naiknya harga bahan bakar minyak tersebut, juga berimbas pada naiknya sejumlah harga bahan pokok.

“Dampaknya sangat terasa sekali. Karena harga bahan pokok pastinya ikut naik pula,” katanya kepada HR Online, Kamis (15/9/2022).

Menurutnya, bansos BBM yang ia terima hari ini tentunya sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Baca Juga: SPBU Jauh, Harga Pertalite di Langkaplancar Pangandaran Rp 14 Ribu

Meski begitu, Mumin berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan itu, dan kembali menurunkan harga BBM.

“Jika harus memilih, lebih baik harga BBM tidak naik daripada menerima bantuan sosial ini, karena semua harga harga terus naik pula,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pendamping bansos Kecamatan Langkaplancar, Bunyamin mengatakan, penerima manfaat BLT BBM di Langkaplancar berjumlah sekitar 7000 KPM.

Semuanya tersebar di 15 desa se Kecamatan Langkaplancar. Menurutnya, semuanya sudah hampir selesai tersalurkan.

“Hampir semua KPM bansos BBM di wilayah Langkaplancar sudah tersalurkan. Dan alhamdulillah berjalan lancar tanpa ada kendala apapun,” katanya Kamis (15/9/2022).

“Semoga KPM bisa membelanjakan uangnya untuk keperluan sembako, dan bisa meringankan beban ekonomi di tengah melonjaknya harga harga kebutuhan pokok,” pungkasnya. (Ceng/R5/HR-Online/Editor-Adi)