Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBerita BanjarBLT BBM di Kota Banjar, Tak Cukup Beli BBM Satu Bulan 

BLT BBM di Kota Banjar, Tak Cukup Beli BBM Satu Bulan 

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah warga Kota Banjar, Jawa Barat, mulai menerima bantuan langsung tunai (BLT) subsidi Bahan Bakar minyak (BBM) sebesar Rp 300 ribu yang diberikan untuk kalangan tidak mampu.

Para penerima BLT BBM tersebut melakukan proses pencarian di Kantor Pos Banjar, Rabu (7/9/2022).

Salah seorang penerima bantuan, Wiwin mengaku senang mendapat bantuan BLT BBM sebesar Rp 300 ribu. Ditambah lagi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 200 ribu dalam bentuk tunai.

Baca Juga: Aksi Saling Dorong Warnai Demo Tolak Kenaikan BBM di Kota Banjar

Sehingga uang bantuan yang diterima sebesar Rp 500 ribu. Uang bantuan tersebut nantinya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Meski begitu, ujar Wiwin, BLT itu menurutnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan BBM selama satu bulan. Hal itu karena dalam satu hari biasanya membutuhkan sekitar satu liter BBM untuk menunjang aktivitas.

“Untuk yang BBM dapat 300 ribu buat dua bulan. Dibilang cukup ya nggak cukup. Tapi ya dicukupkan saja,” katanya kepada wartawan usai menerima bantuan.

Terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial P3A Kota Banjar, Hani Supartini, mengatakan, jumlah warga penerima BLT BBM dan program BPNT sebanyak 12. 892 KPM.

Adapun nilai bantuannya BLT BBM sebesar Rp 300 ribu untuk dua bulan dan program BPNT sebesar Rp 200 ribu. Sehingga jumlah nilai bantuan sebesar Rp 500 ribu.

“Hari ini sudah mulai distribusi BLT. Data sementara ada 12.892 KPM. Sesuai instruksi dari pusat distribusinya disatukan sama program BPNT,” katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, data penerima bantuan tersebut, diambil dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) terbaru. Data penerima itu juga dimungkinkan masih bisa bertambah.

“Itu data sementara yang kami dapat dari Kantor pos. Bisa saja nanti bertambah karena saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)