Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBerita CiamisBupati Ciamis Tidak Setuju Solusi Cegah HIV/AIDS dengan Poligami dan Nikah Muda

Bupati Ciamis Tidak Setuju Solusi Cegah HIV/AIDS dengan Poligami dan Nikah Muda

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengungkapkan bahwa poligami dan menikah muda bukan sebuah solusi untuk cegah kasus HIV/AIDS.  Akan tetapi menurut Herdiat Sunarya, solusi tersebut malah akan menyakiti para perempuan.

“Saya tidak sependapat. Karena poligami dan menikah muda bukan salah satu solusi. Malah akan banyak menyakiti perempuan,” ujar Herdiat, setelah kegiatan Rapat Koordinasi bersama para ASN di Lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis, di Aula Setda Ciamis, Senin (5/9/2022).

Lanjut Herdiat, ada beberapa cara sebetulnya dalam penanganan HIV/Aids, yaitu dengan mencegah atau meniadakan kasus baru. 

Menurutnya, mencegah dan meniadakan kasus baru HIV/Aids tersebut perlu kolaborasi semua pihak. Jadi tidak hanya pemerintah, akan tetapi para ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM dan semua pihak harus terlibat dalam pencegahan.

“Kemudian selanjutnya meniadakan atau pencegahan dengan kematian. Antara lain dengan pemeriksaan pengobatan yang rutin,” tuturnya.

Baca Juga: Kasus HIV/Aids di Ciamis Capai 631, Ada yang Masih Balita

Selanjutnya, sambung Herdiat, adalah dengan meniadakan stigma diskriminasi kepada para penderita. Karena stigma diskriminasi itu paling berat. 

Maka dari itu, Bupati Ciamis meminta kepada semua pihak, untuk dapat mensosialisasikan bahaya akan penyakit HIV/Aids kepada masyarakat. 

“Harus adanya sosialisasi kepada masyarakat terkait HIV/Aids ini. Hal itu untuk mencegah adanya kasus baru HIV/Aids,” pungkas Herdiat Sunarya.

Diberitakan HR Online sebelumnya, dari data Dinas Kesehatan Ciamis, bahwa kasus HIV/Aids menembus angka 631 orang. Angka tersebut dengan kurun waktu dari 2001 hingga 2022. 

Sementara dari data Januari-Juli 2022, bertambah sebanyak 53 orang, dengan rincian 1 orang masih balita. Kemudian, 3 orang usia 15-19 tahun, 13 orang usia 20-24 tahun, dan 35 orang usia 25-49 tahun, dan 1 orang usia 50 tahun. (Ferry/R5/HR-Online/Editor-Adi)