Senin, September 26, 2022
BerandaBerita JabarDemokrat Jabar Sepakat Usulkan AHY Maju di Pilpres 2024

Demokrat Jabar Sepakat Usulkan AHY Maju di Pilpres 2024

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- DPD Partai Demokrat Jabar sepakat usulkan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal tersebut ditegaskan Ketua DPD Demokrat Jabar Anton Sukartono Suratto, Rabu (14/9/2022). Usulan tersebut akan disampaikan dalam forum Rapimnas Partai Demokrat, Kamis (15/9/2022) sebagai aspirasi arus bawah.

“Kamis sampaikan aspirasi dari seluruh kader Jabar minta supaya Mas AHY maju dalam Pilpres 2024,” ujar Anton.

Anton menyebut ini merupakan aspirasi. Pihaknya menyerahkan keputusan tersebut sepenuhnya kepada AHY yang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Semua akan patuh dan tunduk terhadap keputusan Rapimnas.

Anton menegaskan, sosok AHY sangat tepat untuk menjadi pemimpin nasional. Pengusungan ini juga tak terlepas dari kapasitas dan elektabilitas AHY yang mumpuni.

Baca Juga: Dipimpin AHY, Elektabilitas Partai Demokrat Terus Meroket Capai 11,6 Persen

“Jawa Barat mengusunkan AHY. Tunggak tidak ada calon lain. Sedangkan untuk pasangannya kami percayakan ke Majelis Tinggi Partai,” katanya.

Menurut Anton, dalam Rapimnas Demokrat Jabar akan mengusulkan supaya pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM. Partai Demokrat Jabar menilai kenaikan harga BBM hanya memberatkan ekonomi masyarakat.

Sementara itu Ketua DPC Demokrat Ciamis Anjar Asmara menegaskan mendukung AHY maju dalam konstestasi Pilpres 2024. Majunya AHY pada Pilpres 2024 akan meningkatkan suara Demokrat dari tingkat nasional hingga ke tingkat daerah.

“Jika ketum maju Pilpres, dampaknya juga akan sangat besar untuk suara legislatif. Saat ini Demokrat memiliki target memenangkan pemilu 2024,” tegasnya.

Anjar menyatakan kader Demokrat Ciamis siap bekerja maksimal untuk memenangkan Pemilu 2024.

“Kami akan mengerahkan semua kader untuk memenangkan Pemilu 2024,” katanya.

Anjar pun sepakat dengan aspirasi menolak keras kenaikan BBM. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum normal pasca Pandemi Covid-19. Kebijakan itu malah semakin menyengsarakan rakyat. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)