Senin, September 26, 2022
BerandaBerita CiamisFKIP Unigal Ciamis Latih Kemampuan Numerasi Siswa SLB

FKIP Unigal Ciamis Latih Kemampuan Numerasi Siswa SLB

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dalam upaya melatih kemampuan numerasi siswa berkebutuhan khusus, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh (Unigal) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. 

Pengabdian tersebut dengan melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan penggunaan media pembelajaran berbasis permainan tradisional. Tujuannya untuk mengeksplorasi kemampuan numerasi siswa berkebutuhan khusus. 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerjasama yang dijalin antara SLB Negeri Ciamis dengan Universitas Galuh Ciamis. 

Baca Juga: FH Unigal Ciamis Gelar Moot Court Competition

Ketua pengabdian, Nur Eva Zakiah mengatakan, Pengabdian ini merupakan kolaborasi Dosen Program Studi Pendidikan Matematika dan Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Galuh.

“Kami berkomitmen untuk senantiasa memberikan inovasi dalam bidang pendidikan di sekolah, salah satunya memanfaatkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran. Permainan tradisional yang digunakan dalam pengabdian ini adalah congklak,” katanya, Senin (19/9/2022).

Nur Eva yang juga sebagai Dosen Prodi Matematika FKIP Universitas Galuh berharap,  kegiatan pengabdian ini menjadi upaya nyata dalam melestarikan budaya.

“Serta memperkenalkan permainan tradisional kepada generasi muda, yang saat ini lebih banyak mengenal dan berinteraksi dengan game online,” harapnya.

Nur menjelaskan, permainan congklak dapat melatih motorik anak, melatih kesabaran, dan melatih kejujuran. Permainan congklak dapat digunakan juga untuk mengenal operasi hitung bilangan, serta dapat mengeksplorasi kemampuan numerasi siswa.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Negeri Ciamis, Atang Supriatna menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pengabdian ini sebagai salah satu bentuk kerja sama antara sekolah dengan perguruan tinggi. 

“Kolaborasi dan inovasi media pembelajaran ini mengenalkan permainan tradisional kepada siswa. Selain itu, membantu siswa untuk lebih mudah belajar matematika sehingga aktivitas berhitung menjadi lebih menyenangkan,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)