Jumat, September 30, 2022
BerandaBerita BisnisHold Saham CPIN Direkomendasikan Analis, Ini Alasannya!

Hold Saham CPIN Direkomendasikan Analis, Ini Alasannya!

Hold Saham CPIN menjadi pilihan untuk para investor. Meski rekomendasi Hold, tetapi saham CPIN masih cukup baik. Namun, ada kemungkinan bahwa kinerja emiten investasi saham CPIN akan terpengaruh pada minggu ini.

PT Charoen Pokphand Indonesia TBK dengan kode saham CPIN ini masih memiliki kinerja yang cukup menantang. Memasuki paruh kedua tahun 2022, CPIN masih mencatatkan kinerja yang cukup baik.

Namun, Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Michael Filbery mengatakan bahwa ada potensi CPIN melemah. Sehingga merekomendasikan untuk melakukan hold sementara untuk emiten ini.

Baca Juga: Peluang Saham Waskita Menunjukkan Peningkatan Tahun 2022

Rekomendasi Hold Saham CPIN

Emiten pakan ternak, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,22 triliun pada kuartal kedua tahun 2022 ini.

Meski termasuk besar, namun ternyata nilai tersebut turun cukup besar dari kuartal pertama tahun 2022, yaitu sekitar 2,9%. Sedangkan nilai tersebut turun sebanyak 11,1% secara tahunan.

Jika melihat secara kumulatif, maka CPIN berhasil memperoleh total laba bersih sebesar Rp 2,42 triliun sepanjang semester satu tahun ini.

Sayangnya jumlah tersebut juga masih turun 14,48% dari laba bersih semester pertama tahun lalu yang mencapai Rp 2,83 triliun.

Hal ini cukup mengejutkan karena dari segi pendapatan, CPIN terlihat meningkat. Pendapatan mereka pada kuartal kedua 2022 mencapai Rp 14,34 triliun, meningkat 9,8% secara tahunan atau year on year (yoy) dan 0,3% secara kuartalan.

Michael Filbery, analis dari Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan untuk hold saham CPIN terlebih dahulu. Hal itu karena saat ini tengah terjadi kenaikan BBM yang memuat potensi daya beli melemah.

Baca Juga: Saham Multibagger 2022, Rekomendasi Sektor Potensi Tinggi

Daya Beli Masyarakat yang Turun

Saat ini tengah terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut Michael, hal ini akan sangat mempengaruhi penjualan emiten ternak CPIN.

Daya beli masyarakat pastinya akan semakin berkurang. Selain itu, dengan meningkatnya harga BBM, maka biaya distribusi CPIN juga akan ikut memberat.

Sentimen positif CPIN di Indonesia juga masih tampak minim. Harga bahan baku yang masih saja tinggi sangat membayangi kinerja Charoen Pokphand.

Adapun harga bahan baku memang sempat turun pada Juli 2022 lalu. Namun saat ini kembali naik, seperti halnya jagung yang mendekati Rp 5.000 per kg.

Lebih lanjut Michael juga menambahkan bahwa harga jual rata-rata ayam dan telur sejauh ini masih berimbas baik untuk poultry seperti CPIN.

Baca Juga: Saham yang Terancam Delisting dari Pihak BEI, Wajib Waspada

Membuka Pasar Baru

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk baru-baru ini mulai melakukan ekspor produk unggas perdana mereka ke Singapura, yakni senilai Rp 40 miliar bulan Juli lalu.

Michael mengungkap bahwa penjualan ke Singapura ini akan memberikan dampak yang sangat bagus terhadap nilai ekspor CPIN tahun ini.

Michael merokemendasikan hold saham CPIN dengan TP di 5.650 per saham. Sedangkan Analis Sucor Sekuritas, yakni Benyamin Mikael merekomendasikan hod dengan TP di Tp 6.300. (R10/HR-Online)