Jumat, September 30, 2022
BerandaBerita BanjarInspektorat Banjar Audit Investigasi Kasus Kepsek Pakai Uang Tabungan

Inspektorat Banjar Audit Investigasi Kasus Kepsek Pakai Uang Tabungan

Berita Banjar (Harapanrakyat.com),- Inspektorat Kota Banjar akan melakukan audit investigasi untuk menemukan titik terang kasus oknum kepala sekolah SD pakai uang tabungan siswa.

Dari hasil audit ini diharapkan dapat diketahui modus dan jumlah pasti kerugian pada korban.

Inspektur Inspektorat Kota Banjar Agus Muslih sangat menyayangkan adanya kasus seperti ini. Terlebih lagi terjadi pada dunia pendidikan.

“Kita sebagai pengawas tentunya menyayangkan hal ini terjadi lagi. Penyalahgunaan uang tabungan siswa yang pengelolaannya oleh sekolah tentunya ini akan kami jadikan bahan untuk memperdalam permasalahan tersebut,” kata Agus Muslih, Selasa (20/9/2022).

Menurutnya, kejadian itu juga harus jadi bahan evaluasi seluruh kebijakan pengelolaan dana tabungan siswa. Melihat dari kasus ini jumlahnya cukup besar.

Baca Juga: Dipakai Oknum Kepsek, Ortu Siswa SD di Banjar Ingin Uang Tabungan Kembali

“Adanya kasus ini mudah-mudahan kita juga bisa memberi masukan dan rekomendasi terhadap pemangku kebijakan. Supaya penataan dari pengelolaan dana tabungan ini bisa lebih sesuai ketentuan,” terangnya.

Saat ini, Inspektorat Banjar telah melakukan audit investigasi untuk mengungkap kasus penyalahgunaan dana tabungan. Targetnya akan selesai akhir bulan September ini.

“Sehingga bisa ketahuan siapa saja pelakunya, dari kapan kemudian, modusnya apa, dan nilai pasti yang mengakibatkan kerugian,” ungkap Agus.

Selain itu, Agus menyebut tidak menutup kemungkinan kasus serupa terjadi di sekolah lain.

Kemudian, untuk mengetahui hal tersebut pihaknya akan melakukan uji sampling terhadap beberapa sekolah.

“Tidak menutup kemungkinan terjadi juga di sekolah lain. Makanya kita juga akan menguji sampling terhadap sekolah yang lain supaya kita memetakan persoalannya lebih komprehensif,” ucapnya.

Sementara itu, ia juga mendorong pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar lebih ditingkatkan. Harapannya ke depan tidak ada kasus seperti ini terulang kembali. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)