Rabu, Oktober 5, 2022
BerandaBerita NasionalKapan Indonesia Bebas Pandemi Covid-19? Ini Kata Kemenkes

Kapan Indonesia Bebas Pandemi Covid-19? Ini Kata Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktur Promosi Kesehatan, Widyawati, angkat bicara perihal kapan Indonesia bebas pandemi Covid-19.

Pertanyaan tersebut muncul seiring pernyataan WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia pada 14 September 2022, bahwa pandemi Covid-19 bakal segera berakhir.

Berbicara dalam workshop Cyber Media Forum kerja sama Danone Indonesia dengan AMSI, Rabu (21/9/2022), Widyawati mengatakan, belum ada bocoran kapan Indonesia bebas pandemi Covid-19.

Menurutnya, terkait dengan endemi Covid-19 belum ada atau keluar kebijakan resmi.  

“Indonesia bebas pandemi Covid-19 baru berita saja. Karena sampai saat ini belum ada kebijakan resmi tentang itu,” katanya.

Intinya, sambung Widyawati, jika pemerintah sudah sounding (menyuarakan) Covid-19 berakhir, maka pihaknya akan segera memberitahukan kepada masyarakat.

Baca Juga: Tantangan Menuju Endemi Covid-19 Jadi Perhatian Danone Indonesia dan AMSI

“Namun sekarang ini kebijakan tersebut belum ada. Sebab situasi Covid-19 di Indonesia tidak sama dengan negara lain. Jadi kita kembali kepada prokes,” ujarnya.

Meski begitu Indonesia belum sepenuhnya bebas pandemi Covid-19, ia menyarankan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes). Seperti mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker dan hidup sehat.

“Prokes harus tetap kencang dan jangan kendur. Jangan sampai masyarakat lalai memakai masker,” ucapnya.

Lanjutnya menjelaskan, bahwa pemakaian masker tidak cuma untuk melindungi diri dari virus Corona. Namun juga, masker bisa dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Seperti saat melakukan perjalanan dapat meminimalisir dari paparan debu.

Kebijakan agar Indonesia Bebas Pandemi Covid-19

Dalam workshop Cyber Media Forum kerja sama Danone Indonesia dengan AMSI, Widyawati menyampaikan materi tentang “Perkembangan Penanganan Covid-19 dan Isu Kesehatan Masyarakat”.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa dalam penanganan masalah kesehatan, pemerintah akan terus mengeluarkan kebijakan yang sesuai perkembangan terbaru pada beberapa isu kesehatan prioritas.

“Seperti penanganan Covid-19 sampai stunting,” katanya.

Menurutnya, indikator kesehatan di Indonesia termasuk masalah penanganan Covid-19 dapat membaik, hal tersebut berkat adanya kolaborasi multipihak. Selain itu juga adanya dukungan dari media dan tentunya masyarakat.

Adapun beberapa kebiasaan baik masyarakat yang tercipta beberapa tahun terakhir ini atau selama pandemi Covid-19, yaitu menerapkan prokes.

Baca Juga: Selama Pandemi Covid-19, Penanganan HIV AIDS di Dunia Turun, Jutaan Nyawa Terancam

Kemudian, kebiasaan makan sehat dan gizi yang seimbang sesuai dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, serta implementasi pedoman isi piringku.

“Kebiasaan tersebut sangat penting. Jadi tidak cuma dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19, tapi juga menjaga kesehatan masyarakat secara luas,” terangnya.

Situasi Covid-19 Saat Ini, Apakah Indonesia Bebas Pandemi?

Belum lama ini, WHO menyampaikan perkembangan terbaru terkait pandemi Covid-19. WHO menyebut bahwa dunia sekarang ini ada dalam kondisi terbaik terkait penanganan Covid-19.

Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Dirjen WHO menyatakan, akhir pandemi Covid-19 sudah terlihat. Namun meski begitu, ia menegaskan bahwa sampai saat ini pandemi belum selesai.

Lantas bagaimana dengan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini, apakah akan segera bebas atau berakhir?

Menurut data per hari Rabu 21 September 2022, bahwa kasus baru Covid-19 di Indonesia tercatat sebanyak 2.384.

Baca Juga: 3 Kasus Varian Omicron Terdeteksi di Kota Banjar

Sementara untuk kasus yang sembuh mencapai 2.991. Sedangkan untuk yang meninggal dunia sebanyak 18 pasien Covid-19. Selanjutnya, kasus aktif saat ini ada 25.410. Dan total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia saat ini mencapai 6.415.328.

Widyawati menjelaskan, bahwa tren peningkatan kasus Covid-19 biasanya terjadi pasca liburan.

“Tapi jika tidak ada hari libur panjang atau tidak berlibur, maka kasus Covid-19 akan landai,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, kebijakan singkat WHO agar bisa bebas pandemi Covide-19, salah satunya adalah dengan vaksinasi.

“Vaksinasi 100 persen untuk grup prioritas termasuk tenaga kesehatan. Sedangkan lansia harus memenuhi setidaknya 97 persen vaksin,” ujarnya.

Menurutnya, vaksinasi masih diyakini sebagai tameng buat mencegah terjadinya gejala berat saat terinfeksi virus Corona.

Hal tersebut melihat dari data yang menunjukkan, bahwa usia lebih dari 18 tahun yang diberi vaksinasi booster, akan memiliki kadar antibodinya naik 4-6 kali lipat.

Oleh karena itu, ia berharap adanya dukungan dari semua pihak agar target vaksinasi booster pertama Covid-19 lebih banyak lagi.

“Sehingga Indonesia bisa segera bebas dari pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Adi/R5/HR-Online/Editor-Adi)