Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBerita JabarKasus HIV/AIDS di Jabar Bertambah 3.744 Orang, Paling Tinggi dari Kota Ini

Kasus HIV/AIDS di Jabar Bertambah 3.744 Orang, Paling Tinggi dari Kota Ini

Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Kasus HIV/AIDS di Jawa Barat (Jabar) selama Januari-Juni 2022 bertambah 3.744 orang. Sebanyak 2.850 orang sudah menjalani pengobatan rutin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jabar Ryan Bayusantika Ristandi mengatakan, jika sepanjang tahun 2021 terdapat 5.444 penambahan kasus HIV/AIDS, maka pada semester pertama 2022 penambahan kasus HIV/AIDS sudah mencapai 3.744 orang.

Ryan menyebut pada tahun 2021 lima daerah di Jabar tercatat sebagai daerah penyumbang kasus HIV positif paling tinggi.

Kelima daerah tersebut adalah Kota Bandung sebanyak 869 kasus, Kabupaten Bogor sebanyak 429 kasus, Bekasi sebanyak 390 kasus, Kota Bogor 388 kasus dan Kabupaten Indramayu 353 kasus.

Sementara pada semester pertama 2022 atau dari Januari-Juni 2022 lima daerah dengan penambahan kasus HIV/AIDS paling tinggi adalah Kota Bandung dengan 410 kasus, Kabupaten Bogor 365 kasus, Kabupaten Indramayu 252 kasus, dan Kabupaten Bekasi 217 kasus.

Menurut Ryan, selama 2021 tes HIV sudah menyasar 576.155 orang di Jawa Barat. Sedangkan pada Januari-Juni 2022, tes HIV sudah menyasar 341.634 orang.

“Tes (HIV) sudah menyasar seluruh wilayah Jabar. Terutama konsentrasi di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Cirebon, dan Kabupaten Garut,” ungkap Ryan, Jumat (2/9/2022).

Menurut Ryan, pada 2021 penambahan kasus AIDS baru sebanyak 337 orang. Sedangkan dari Januari-Juni 2022 penambahan kasus AIDS baru sebanyak 200 orang.

Secara akumulatif, lanjut Ryan, Dinkes Jabar mencatat hingga Juni 2022 terdapat 55.069 orang penderita HIV positif. Sedangkan kasus AIDS sebanyak 12.223 orang.

Baca Juga: Solusi Pencegahan HIV AIDS, Wagub Jabar Uu Sarankan Nikah dan Poligami

Kasus HIV/AIDS di Jabar Bertambah, ODHA Mendapat Pelatihan

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jabar Dodo Suhendar mengatakan, Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA seringkali menarik diri dari pergaulan sosial.

“Salah satu tugas kita membantu mereka kembali aktif dan produktif dalam lingkungan sosialnya,” ungkap Dodo dalam Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat (TEPAS) bertema “Ruang untuk ODHA” di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (2/9/2022).

Karena itu, menurut Dodo, perlu kolaborasi semua pihak untuk meluruskan stigma negatif ODHA. Bukan hanya Dinkes dan Dinsos.

Program Dinsos Jabar sendiri salah satunya dengan pelatihan barista di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Dodo, ODHA dari kalangan keluarga miskin juga memiliki hak mendapatkan bantuan sosial. Mulai dari bantuan sembako, BPJS hingga Kartu Indonesia Pintar.

Senada dengan itu, Yana Suryana dari Jabar Quick Response (JQR) mengatakan, pihaknya sudah mendampingi ODHA terutama kelompok rentan ekonomi.

“Kita memikirkan agar mereka mendapatkan akses pendidikan. Termasuk juga akses terhadap obat atau ARV,  dan lainnya,” ujar Yana Suryana.

Lanjut Yana, saat pandemi Covid-19, JQR membantu ODHA memiliki akses pada pengobatan ARV.

Dengan akses terhadap pelayanan kesehatan, maka keberlanjutan pengobatan ARV tetap berjalan meski terbatas akibat pandemi Covid-19. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)