Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBerita TasikmalayaMasih Banyak Warga Miskin di Salopa Tasikmalaya Belum Dapat BLT BBM Subsidi

Masih Banyak Warga Miskin di Salopa Tasikmalaya Belum Dapat BLT BBM Subsidi

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Masih banyak warga miskin di Desa Mandalahayu, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, belum terdata mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM subsidi.

Bantuan sosial Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut, adalah kompensasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI terkait dengan adanya kenaikan BBM.

Kepala Desa Mandalahayu, Itang Sulaeman mengatakan, bahwa warganya yang mendapatkan bansos BBM saat ini hanya 577 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menurutnya, penerima BLT sangat antusias, karena memang kesulitan ekonomi terlebih adanya kenaikan BBM subsidi.

“Jadi dengan adanya bantuan tersebut masyarakat sangat terbantu,” katanya kepada HR Online, Jumat (16/9/2022).

Baca Juga: 7000 KPM di Langkaplancar Pangandaran Mulai Terima Bansos BBM

Namun, ia menyayangkan karena memang masih banyak warganya yang berada di bawah garis kemiskinan dan layak menerima, tapi belum kebagian BLT BBM subsidi.

“Jadi masih banyak masyarakat yang belum kebagian bantuan tersebut. Padahal di desa kami banyak warga yang masih di bawah kemiskinan, dan pantas mendapatkan bantuan itu,” ujarnya.

“Sasarannya sih sudah tepat. Namun banyak masyarakat miskin yang belum mendapatkan,” imbuhnya.

Baca Juga: Ribuan Tenaga Kerja di Kota Banjar Nikmati Bantuan Subsidi Upah

Sementara terkait dengan sistem pembagian bantuan tersebut, pihaknya menggunakan sistem jadwal. Sebab, jelasnya, jika pihaknya mengundang semua KPM secara sekaligus maka akan terjadi penumpukan.

“Jadi dari 577 KPM ini kita kasih jadwal per dusun. Sehingga alhamdulillah saat pembagian berjalan dengan lancar dan normal, tidak ada penumpukan dan tidak terjadi kerumunan,” jelasnya.

Lebih lanjut Itang menambahkan, bahwa subsidi BBM sebesar Rp 300.000 dan BPNT Rp 200 ribu, jadi total uang tunainya sebesar Rp 500 ribu.

“Mudah-mudah masyarakat bisa memanfaatkan uang tersebut sesuai yang pemerintah pusat anjurkan. Sehingga manfaatnya jelas. Jangan sampai bantuan sosial tersebut dibelikan barang-barang yang memang tidak dibutuhkan,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor-Adi)