Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBerita BisnisNet Foreign Flow dalam Investasi Saham

Net Foreign Flow dalam Investasi Saham

Net foreign flow merupakan istilah yang akan sering kita temukan dalam dunia investasi saham. Foreign flow sendiri telah menjadi indikator yang berfungsi untuk memantau dana asing pada suatu saham. Dengan begitu, kita dapat mengetahui gerakan harga saham dalam pasar modal.

Secara default, foreign flow ini bisa kita lihat dalam bentuk grafik garis yang bergerak naik turun. Hal ini seirama dengan data pembelian maupun penjualan saham oleh investor di BEI (Bursa Efek Indonesia).

Baca Juga: Cara Beli Saham Sultan dengan Harga Murah, Ikuti Triknya

Mengenal Net Foreign Flow

Aliran modal investasi asing memiliki karakteristik hot money. Apa artinya?

Jika masuknya foreign flow dalam jumlah yang besar, hal ini bisa membuat harga saham yang tengah mengalami kenaikan akan semakin tinggi.

Begitu pula sebaliknya, jika keluarga foreign flow membuat harga saham yang tengah mengalami penurunan, maka akan menjadi semakin rendah.

Dengan catatan, jumlah transaksi penjualan lebih besar bila kita bandingkan dengan transaksi pembelian.

Pasar modal yang bersifat global akan membuat investor asing lebih leluasa. Terutama untuk melakukan investasi maupun menarik investasi tersebut secara tiba-tiba.

Sementara itu, tingkat kepercayaan investor dapat meningkatkan aliran modal. Modal tersebut akan semakin mudah mengalir ke dalam suatu pasar saham.

Baca Juga: Saham Dharma Polimetal Menunjukkan Kenaikan Order di 2022

Fungsi Foreign Flow

Net foreign flow bisa kita amati melalui jumlah volume bersih dan juga nilai bersih perdagangan yang dilakukan oleh investor asing.

Di balik itu, foreign flow juga dapat memudahkan investor untuk membeli maupun menjual saham dengan mengikuti pergerakan dan aliran dana asing tersebut.

Meskipun demikian, naik turunnya grafik foreign flow ini tidak bisa selalu kita gunakan sebagai patokan secara langsung. Pasalnya, dalam beberapa kasus, seringkali menunjukkan hal yang berbeda.

Sebagai contoh, grafik foreign flow yang bergerak naik, justru harga sahamnya menjadi turun. Begitu pula sebaliknya, saat foreign flow menunjukkan grafik turun, harga saham bisa saja menjadi naik.

Baca Juga: Saham Black Diamond Melonjak Cukup Drastis di Tahun 2022

Net Foreign Buy dan Net Foreign Sell

Sebenarnya, dari pada net foreign flow, di Indonesia sendiri lebih kita kenal dengan sebutan net foreign buy dan net foreign sell.

Net foreign sell akan terjadi saat investor asing melakukan penarikan dananya. Investor bisa menjual saham tersebut dengan jumlah yang lebih besar daripada jumlah pembeliannya.

Hal ini dapat menyebabkan harga saham bergerak negative dan kemudian membuat return saham menjadi turun.

Berkebalikan dengan net foreign sell, net foreign buy terjadi ketika investor asing melakukan pembelian dalam jumlah yang lebih besar bila kita bandingkan dengan jumlah penjualannya.

Hal ini akan membuat harga saham bergerak positif dan return saham menjadi meningkat.

Dengan demikian, net foreign flow, entah itu net foreign buy maupun net foreign sell dapat mempengaruhi harga maupun return saham itu sendiri. (R10/HR-Online)