Senin, Desember 5, 2022
BerandaBerita BanjarPetani di Kota Banjar Merana, Hasil Panen Padi Menurun Akibat Serangan Hama

Petani di Kota Banjar Merana, Hasil Panen Padi Menurun Akibat Serangan Hama

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Hasil panen padi para petani yang ada di area persawahan Bulak Sawah Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, menurun drastis. Bahkan, hasil panen kali ini turun hingga 50 persen.

Sejumlah petani pun mengeluhkan serangan hama wereng, yang berimbas pada menurunnya panen tersebut. Pasalnya. Dengan turunnya panen kali ini, maka memberatkan biaya produksi.

Salah seorang petani asal Dusun Sampih Desa Rejasari, Tukiyem mengatakan, hasil panen padi musim kali ini kurang memuaskan. Menurut Tukiyem, panen saat ini menurun sekitar 50 persen, dibandingkan pada saat musim panen sebelumnya.

Petani Rejasari Kota Banjar Ungkap Hasil Panen Padi Menurun Gegara Wereng

Menurunnya hasil panen padi tersebut, karena serangan hama wereng yang menurutnya merusak tanaman padi setelah sawah sempat kekurangan pasokan air. Sehingga banyak bulir padi yang tidak berbuah dengan maksimal atau gabuk.

Padahal, kata Tukiyem, para petani sudah berupaya melakukan penyemprotan sebanyak lima kali untuk mengusir terjadinya serangan hama wereng pada saat musim tanam.

“Saya semprot lima kali tapi masih kena wereng. Hasil panennya kurang baik menurun dibandingkan musim panen kemarin,” kata Tukiyem kepada HR Online, Rabu (28/9/22).

Baca Juga: Hama Wereng Serang Tanaman Padi di Baregbeg Ciamis, Petani Gagal Panen

Lanjutnya, biasanya ketika hasil panen sedang bagus dari sekitar 200 bata luas lahan garapan yang ia tanam, dapat menghasilkan sekitar 1,2 ton padi. Namun sekarang ini, ia memperkirakan hanya menghasilkan sekitar 5,5 kuintal padi.

Hasil panen padi yang saat ini menurun tersebut, kata Tukiyem, tidak hanya menimpa sawah miliknya saja. Tetapi juga hampir kebanyakan petani yang ada di area persawahan tersebut.

Bahkan, ada yang lebih parah lagi. Meskipun ada juga sebagian petani yang hasil panennya cukup bagus. 

“Punya saya masih mending bisa panen. Kalau petani yang lain, malah ada yang tidak bisa dipanen. Padinya pada kopong atau gabuk,” ujarnya.

Petani lainnya asal Desa Kujangsari, Sanusi Bahtiar menambahkan, serangan hama wereng tersebut menurutnya dampak kurangnya pasokan air yang terjadi pada saat masa tanam.

Meski begitu hasil panen padi menurun, namun ia mengaku masih beruntung hasil panen miliknya lebih bagus. Sebab, ada petani lainnya yang hasil panen tidak memuaskan, yang sama juga terdampak serangan hama wereng di area persawahan tersebut.

Terutama, area persawahan di sebelah selatan bulak sawah. Menurutnya, banyak tanaman padi yang ditumbuhi rumput dan hasil panennya kurang maksimal.

“Mendingan punya saya, kata orang masih bagus hasil panennya. Tapi kalau yang lain apalagi sebelah selatan, kebanyakan itu hasil panennya kurang bagus,” kata Sanusi diamini para petani yang lain. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor-Adi)