Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBerita PangandaranRatusan Petani Kelapa Pangandaran Lulus SLKN, Produktivitasnya Meningkat

Ratusan Petani Kelapa Pangandaran Lulus SLKN, Produktivitasnya Meningkat

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Ratusan petani kelapa di Pangandaran ikuti sekolah lapang kelapa nira (SLKN) kedua yang berlangsung sejak Januari-Juli 2022. Mereka semua mendapat sertifikat kelulusan ikut sekolah tersebut.

Sebelumnya, SLKN pertama juga berlangsung pada Juli-November 2021 lalu. Sementara peserta di SLKN kedua ini sebanyak 552 petani.

Kepala Dinas Pertanian Pangandaran Sutriaman mengatakan, pihaknya sangat mendukung SLKN tersebut dalam mendorong petani kelapa agar lebih meningkat produksinya.

Apalagi, kata Sutriaman, dalam SLKN ini mendapatkan dorongan hasil kolaborasi SJA, Unilever Indonesia dan Widia Erti.

“Kita harap dari sekolah ini bisa menarik minat petani muda. Apalagi kita mendukungnya, baik sisi fasilitas seperti keterampilan, permodalan, sarana dan prasarana agar mereka bergairah dan semangat lagi,” ujarnya, Rabu (15/9/22).

Baca juga: AGKP dan Unilever Indonesia Dorong Petani Gula Kelapa Pangandaran Miliki Jiwa Kewirausahaan

Sutriaman harap, dengan adanya pelatihan itu para penderes gula kelapa ini ke depan bisa lebih profesional, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran. Hal ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani.

Yayat, salah satu peserta SLKN mengaku sangat terbantu adanya sekolah tersebut. Sebab, ia jadi makin bertambah pengetahuannya, baik cara menambah penghasilan maupun pengolahannya.

“Bahkan mulai dari cara pemupukan, pemeliharaan hingga pemasaran kita dapat dalam SLKN ini. Apalagi hasil dari SLKN pertama hasilnya meningkat 20 persen,” ujarnya.

Yayat menambahkan, dari lahan seluas 250 bata dengan jumlah pohon kelapa 50 dan yang disadap 30 hasil niranya cukup stabil.

Ia mengungkapkan, sebelum ikut SLKN dari hasil nira per pohon bisa mencapai 3,5 ons gula. Sedangkan setelah ikut menjadi 4,5 ons hingga 5 ons per pohonnya.

“Padahal itu hanya menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Sementara pupuk kimia hanya merangsang saja dan pemberiannya 3 bulan sekali,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)