Jumat, September 30, 2022
BerandaBerita BisnisSaham Konstruksi Pelat Merah Diprediksi Terus Melesat Tahun Ini

Saham Konstruksi Pelat Merah Diprediksi Terus Melesat Tahun Ini

Saham konstruksi pelat merah milik BUMN mencatatkan nilai kontrak yang fantastis. Kontrak konstruksi pelat merah ditopang proyek IKN pada saham tersebut. Setelah mengalami tekanan dua pekan lalu saham konstruksi kembali menghijau.

Baca Juga: Saham Kalbe Farma Mencatat Laba Bersih Sepanjang Tahun 2022

Saham Konstruksi Pelat Merah Mulai Menghijau

Beberapa perusahaan mengalami koreksi beberapa pekan lalu. Hal ini juga terjadi pada konstruksi pelat merah. Kondisi ini mengakibatkan beberapa perusahaan menambah modal dengan memesan efek terlebih dulu atau rights issue.

Cara ini mereka lakukan untuk membantu meningkatkan kinerja perseroan agar semakin membaik. Adanya right issue ini akan memberikan sentimen positif dengan adanya suntikan dana segar.

Sehingga kinerja perusahaan akan membaik termasuk dari sisi neraca menjadi lebih sehat dengan berkurangnya utang. Dari segi operasional juga membantu modal kerja dapat mendukung ekspansi.

Konstruksi pelat merah menjadi salah satu yang mengajukan rencananya untuk right issue. Kedua emiten dari pelat merah tersebut yaitu PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Mengingat emiten konstruksi masih menarik untuk jangka panjang, hanya saja secara cash flow masih berat.

Baca Juga: Prospek Saham WIR Meningkat dengan Adanya Bisnis Digital

Saham Emiten Konstruksi Berencana Right Issue

Seperti yang telah ada sebelumnya jika saham konstruksi pelat merah pernah berada di posisi terendah. Bahkan menunjukkan regulator atau ARB maksimal 7% dalam sehari pada dua pekan lalu.

Namun kini kabarnya saham tersebut justru melesat 0,82%. Adanya rencana right issue membantu perusahaan untuk bangkit. Setelah mengalami kenaikan yang cukup tinggi emiten mendapatkan investasi senilai US$ 9,5 miliar atau setara dengan Rp 133 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Dana tersebut siap masuk ke Sovereign Wealth Fund (SWF) yang kini bernama Indonesia Investment Authority (INA). Adanya INA ini sebagai alternatif pembiayaan dan memberikan kepastian hukum beberapa investor global untuk melakukan investasi di Indonesia.

Baca Juga: Peluang Saham Waskita Menunjukkan Peningkatan Tahun 2022

Data Perdagangan Saham Konstruksi

Saham konstruksi pelat merah bergerak positif hingga saat ini. Data perdagangan mencatat jika saham tersebut berhasil menghijau. Adapun emiten yang memimpin yaitu BUMN Karya yakni PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang berhasil naik 5,02% ke level Rp 1.570/unit.

Selain itu, juga ada emiten PT PP Tbk (PTPP) yang terapresiasi 4,84% ke level harga Rp 1.840/unit meskipun KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) menjatuhkan sanksi yakni kepada PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar Rp 1 miliar.

Posisi selanjutnya diisi oleh emiten PT Waskita Karya Tbk (WSKT) juga naik 3,86% ke level Rp 1.615/unit. Kemudian ada juga saham BUMN karya PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menjadi BUMN konstruksi dengan penguatan paling minor yakni terapresiasi 2,28% di level Rp 2.020/unit.

Pemerintah sendiri akan menyuntikan dana awal sebesar Rp 75 triliun dengan dana Rp 30 triliun dari aset negara, kas, saham BUMN, dan piutang negara.

Saham konstruksi pelat merah mampu bangkit dengan adanya suntikan dana. Bahkan kini suda ada beberapa kontrak yang yang menunjukkan jika sektor konstruksi dinilai memiliki nilai positif tahun ini. (R10/HR-Online)