Minggu, Februari 5, 2023
BerandaBerita BisnisSaham Undervalue 2022 Haruskah Dibeli? Ini Penjelasannya!

Saham Undervalue 2022 Haruskah Dibeli? Ini Penjelasannya!

Saham undervalue 2022 dapat diketahui dengan cara apa? Terdapat 2 cara untuk mengetahui tentang saham undervalue tahun 2022 ini. Cara pertama yaitu dengan menghitung nilai intrinsik dan membandingkan dengan harga saham sekarang ini.

Untuk cara yang kedua yaitu dengan mengamati karakteristik berbagai saham yang undervalued pada saham-saham itu.

Bahkan, apabila nilai jual saham undervalued ini berada di bawah nilai intrinsiknya. Hal tersebut bukan berarti saham tersebut harus dibeli.

Memang, di dalam sejumlah kasus, saham yang undervalued juga dapat mengalami penurunan harga. Penurunan harga tersebut terjadi secara berkelanjutan sebelum berbalik arah lagi.

Baca Juga: Saham Blue Chip Undervalued, Cek Daftarnya di Sini!

Saham Undervalue 2022, Wajibkah Anda Beli?

Apabila seorang investor tidak punya kesabaran dalam mempertahankan saham undervalued yang harganya terus anjlok. Mereka bisa mengalami kerugian jika mereka menjual saham dengan harga kurang dari saat membeli. Hal ini menyebabkan kerugian.

Sehingga, sebelum Anda memutuskan membeli saham undervalued. Silahkan Anda melakukan analisis secara menyeluruh terkait saham tersebut. Baik secara fundamental maupun dengan cara teknikal.

Periksa finansial lalu pastikan saham undervalued yang Anda beli punya fundamental kokoh. Selain itu juga baik-baik saja serta masih punya potensi kuat untuk kembali ke level harga normal. 

Anda bisa menemukan saham undervalued dengan gampang di BEI alias Bursa Efek Indonesia. Caranya dengan filtering pada Stockbit.

Fitur tersebut bakal membantu Anda dalam menyaring saham, berdasarkan pada kriteria yang Anda tentukan sendiri. Demi memperoleh saham terbaik dan potensi profit tinggi. 

Adapun terdapat beberapa penyebab saham undervalue 2022. Apa saja itu?

Baca Juga: Daftar Saham Konglomerasi di Indonesia Sebagai Tempat Investasi

Minat Pasar Akan Sebuah Barang

Apabila penjualan aset perusahaan tidak terlalu memberikan keuntungan. Maka pada umumnya saham suatu perusahaan undervalued.

Contohnya, perusahaan X yang bergerak pada bidang kosmetik harga sahamnya turun lantaran banyak konsumen memilih kosmetik lain.

Sehingga, kosmetik perusahaan X ini jarang laku di pasaran. Dengan demikian, sebelum membeli saham perusahaan X, investor akan berpikir dua kali.

Kondisi Ekonomi Global

Alasan berikutnya saham undervalued yaitu keadaan ekonomi global. Pada saat sebuah negara mengalami krisis mata uang, maka saham di negara itu tak tampak oleh investor.

Dengan begitu, harga saham jadi turun lantaran sedikit peminatnya. Di Indonesia sendiri sudah mengalami beberapa krisis global. Hal tersebut berpengaruh terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan atau IHSG.

Baca Juga: Jenis Saham Consumer Goods di Indonesia, Ini Rekomendasinya

Internal Perusahaan

Adanya faktor internal atau perusahaan itu sendiri juga menjadi alasan lain suatu saham undervalued. Keadaan internal bisnis sama seperti ketika sebuah bisnis mengalami kerugian.

Hal tersebutlah yang  menyebabkan lambatnya suatu perusahaan di dalam membagikan dividen terhadap investornya.

Apabila hal itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Maka tidak menutup kemungkinan investor pemilik saham perusahaan itu akan menjual sahamnya meski dengan harga rendah.

Nah, itulah beberapa alasan yang menjadikan saham undervalue 2022. Undervalued saham kerap jadi incaran para investor. Sebab, dinilai murah dan punya potensi keuntungan capital gain besar. (R10/HR-Online)