Minggu, September 25, 2022
BerandaBerita TerbaruSejarah Etnik Jawa di Suriname, Awalnya dari Jawa Tengah?

Sejarah Etnik Jawa di Suriname, Awalnya dari Jawa Tengah?

Sejarah Etnik Jawa di Suriname lahir sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia. Potret sejarah Indonesia yang satu ini patut kita ketahui, apalagi di Suriname masih banyak yang memakai bahasa Jawa.

Saat ini, Etnik Jawa di sana mencapai lebih dari 15 persen dari total penduduk.

Suriname sendiri merupakan negara di kawasan Amerika Selatan dengan bahasa Belanda sebagai bahasa Nasionalnya.

Berdasarkan data Worldmeters, total penduduk Suriname per 16 September 2020 mencapai 587.727 jiwa dan 70.000 di antaranya merupakan penduduk etnik Jawa.

Keberadaan orang Jawa di sana bermula dari adanya migrasi besar-besaran pada masa pendudukan Belanda di Indonesia dan Suriname.

Suriname pernah menjadi wilayah jajahan Belanda sejak Inggris menandatangani perjanjian perdamaian Breda tahun 1667.

Perjanjian tersebut berisi penyerahan kembali Suriname sebagai wilayah kekuasaan Belanda.

Penjajahan Belanda terhadap Suriname berakhir pada 15 Desember 1954 melalui penandatanganan memorandum rencana pengakhiran penjajahan.

Pada masa pendudukan Belanda inilah terjadi migrasi pekerja dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perkebunan.

Karena, pada masa pendudukan Belanda, perekonomian Suriname mengalami penurunan drastis akibat penghapusan perbudakan pada 1 juli 1863.

Perkebunan sebagai tonggak ekonomi utama di Suriname pun lesu karena kekurangan tenaga kerja, banyak perkebunan yang terbengkalai.

Karena hal itu, Pemerintah Belanda menandatangani perjanjian dengan Inggris untuk mendatangkan imigran atau buruh kontrak ke Suriname.

Baca juga: Korte Verklaring, Perjanjian Raja Jawa dengan Belanda yang Merugikan

Awal Mula Sejarah Etnik Jawa di Suriname

Migrasi pertama dari Indonesia terjadi pada 09 Agustus 1890 dimana mayoritas berasal dari Jawa Tengah.

Pada saat itu, Jawa Tengah merupakan wilayah dengan penduduk yang padat, namun tingkat ekonominya rendah.

Oleh karena itu, perusahaan De Nederlandsche Handel Maatschappij merekrut 94 orang dan mengirimkannya ke Suriname untuk bekerja di perkebunan tebu dan gula Marienburg.

Kemudian perusahaan ini mengirimkan kembali imigran gelombang kedua sebanyak 582 orang Jawa pada tahun 1894.

Berdasarkan catatan sejarah Indonesia, sejak tahun 1897 kedatangan imigran dari Indonesia dikelola secara langsung oleh pemerintahan Belanda.

Dalam rentan waktu 1890 sampai 1939, penduduk Indonesia yang berasal dari Jawa terus bertambah hingga mencapai 32.956 orang.

Dari migrasi besar-besaran inilah sejarah etnik Jawa di Suriname berawal, meskipun sebagian kecil dari mereka memilih untuk pulang ke tanah air.

Sebab, semua buruh yang bekerja di Suriname memiliki hak untuk kembali ke tanah air (repatriasi) jika habis masa kontraknya.

Tercatat sebanyak 8.120 orang melakukan repatriasi dan kembali ke Indonesia selama rentan waktu tersebut.

Dua tahun setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1947 gelombang repatriasi kembali terjadi. Sebanyak 1.700 orang pulang ke tanah air.

Tak hanya itu, kepulangan massal juga terjadi pada tahun 1954, sekitar 1000 orang Jawa memilih meninggalkan Suriname.

Baca juga: Budidaya Padi Masyarakat Jawa Kuno, Punya Navigasi Pertanian Modern

Mayoritas Orang Jawa Suriname Memilih Menetap

Namun, dari keseluruhan Imigran Jawa yang pulang ke negara asalnya, sebagian besar justru memilih untuk menetap meskipun hubungan kerja mereka telah habis.

Banyak diantaranya memilih tetap bekerja di perkebunan sebagai pekerja bebas. Hal itu karena bagi orang jawa masa itu bekerja di perkebunan di bawah majikan Belanda bukanlah hal baru.

Sehingga menjadi salah satu faktor yang mendorong mereka untuk tetap bertahan hingga terbentuk distrik-distrik yang masyarakatnya merupakan orang Jawa.

Meskipun masa kejayaan perkebunan menurun seiring waktu, tidak membuat mereka memilih untuk kembali ke Indonesia.

Banyak di antaranya memilih untuk beralih profesi menjadi buruh di berbagai Industri yang ada dan terus bertahan hingga saat ini.

Demikian sejarah etnik Jawa di Suriname. Sejarah Indonesia yang satu ini sangat penting untuk kita ketahui, apalagi di sana mereka tidak hanya berpartisipasi di bidang Industri saja, namun banyak yang menjadi politisi bahkan berhasil menjadi Menteri. (Rizki/R6/HR-Online)