Rabu, Oktober 5, 2022
BerandaBerita TerbaruSejarah Penamaan Kota Bandung, Ternyata Berasal dari Nama Tumbuhan

Sejarah Penamaan Kota Bandung, Ternyata Berasal dari Nama Tumbuhan

Sebagai masyarakat Jawa Barat, kita perlu tahu sejarah toponimi penamaan kota Bandung ternyata berasal dari nama sebuah tumbuhan yakni “Bandong”.

Sejarah toponimi penamaan Bandung yang berasal dari tumbuhan “Bandong” ini tercatat dalam berbagai laporan kolonial. Terutama hasil penelitian sejarah toponimi di daerah Jawa Barat.

Berdasarkan hasil penelitian toponimi orang-orang Belanda di Jawa Barat berkesimpulan bahwa nama kota Bandung berasal dari nama tumbuhan liar. Tumbuhan ini kaya manfaat yakni tumbuhan “Bandong”.

Baca Juga: Sejarah Jalan Malioboro, Jalur Sakral Mataram Jadi Pertokoan

Pernyataan berikut sebagaimana mengutip Gracinia Spec dalam jurnal Lembaran Sejarah UGM, Frans Ari Prasetyo berjudul “Bandung dan Pemaknaan Dago dalam Sejarah: Masa Lalu, Masa Kini”, (Prasetyo, 2019: 58).

Lantas bagaimana sejarah lengkapnya dari toponimi penamaan Bandung yang ternyata berasal dari nama tumbuhan “Bandong”. Berikut akan kami jelaskan pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Sejarah Penamaan Bandung dari Nama Tanaman dengan Sejuta Manfaat

Menurut penelitian toponimi Belanda Gracinia Spec penamaan Bandung yang diserap dari tumbuhan Bandong menyimbolkan wilayah ini sebagai kota sejuta manfaat.

Simbol tersebut berasal dari kandungan tumbuhan Bandong yang ternyata memiliki manfaat beragam seperti, tumbuhan yang bisa menjadi obat segala penyakit, tumbuhan yang bisa menghasilkan ramuan anti rayap (alami), dan lain sebagainya.

Namun orang Belanda sendiri sering menggunakan tumbuhan Bandong sebagai bahan baku untuk mendukung proses kegiatan fotografi, (Prasetyo, 2019: 67).

Selain karena penelitian yang mendalam akan ilmu toponimi, penamaan Bandung dari tumbuhan Bandong juga ternyata kerap dielu-elukan oleh masyarakat sekitar sejak abad ke-16.

Masyarakat Bandung kerap menghubungkan sesuatu hal yang berkaitan dengan kesehatan, dan kejayaan manusia dengan tumbuhan Bandong.

Mereka percaya bahwa “Bandong” atau Bandung merupakan obat mujarab dari bahan pewarna alami tumbuhan yang bisa menolong rakyat Jawa Barat dari segala jenis penyakit, dan menggairahkan kembali suasana yang muram akibat kegelapan.

Cerita Rakyat, Bandung Berarti ‘Bandeng/Ngabandeng’

Berbeda dengan penemuan dari hasil penelitian toponimi sejarah Bandung versi orang Belanda, kali ini Cerita Rakyat Bandung menanggapi bahwa sejarah penamaan kota Bandung itu berasal dari serapan Bandeng atau Ngabandeng.

Dalam bahasa Sunda sendiri, Bandeng/Ngabandeng berarti sebuah genangan air yang luas dan tenang. Dengan kata lain Bandung menjadi simbol kota yang luas dan menenangkan seperti genangan air.

Akan tetapi sebagian masyarakat Bandung mempercayai penyerapan istilah Bandeng/Ngaban-deng, berarti sebuah danau yang terbentuk oleh aliran sungai Citarum dan Padalarang yang tersumbat pegunungan Sunda sejak zaman Holosen.

Oleh Sebab itu Bandung berarti sebuah genangan air yang menjadi danau luas, dan terbentuk sumbataan gunung Sunda yang sudah sejak jaman purba.

Baca Juga: Gaya Hidup Pemuda Tahun 1950, Glamor dan Meniru Orang Barat

Cerita Rakyat ini menimbulkan dugaan bahwa Bandung tadinya adalah perairan yang memiliki gunung berapi layaknya gunung Krakatau yakni Gunung Sunda itu sendiri.

Meskipun dugaan itu sering muncul dalam berbagai kegiatan penelitian, akan tetapi hingga saat ini masih belum ada ahli yang berani menyimpulkan seperti pernyatan berikut.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Bandung hanya mengerti toponimi penamaan daerah tersebut dari Cerita Rakyat tersebut, dan tidak lebih dari itu.

Bandung Versi RA Wiranatakusumah II

Masih menurut Frans Ari Prasetyo, ada lagi sejarah toponimi penamaan Bandung yang berasal dari kisah R.A. Wiranatakusumah II atau salah satu bupati yang terkenal sebagai pendiri Bandung.

Menurut Versi R.A. Wiranatakusumah II, penamaan Bandung itu sendiri berasal dari nama sebuah perahu miliknya yang terbuat dari kayu keramat untuk menyeberangi luasnya sungai Citarum.

Sejarah toponimi penamaan Bandung oleh R.A. Wiranatakusumah II ini popular sejak tahun 1794-1829. Adapun perahu Bandung yang digunakan untuk menyeberangi sungai Citarum ini tidak lain untuk menemukan tempat yang nyaman bagi pemerintahan kota Bandung yang baru.

Baca Juga: Sejarah Prasasti Sapit, Lombok Melek Literasi Sejak Prasejarah

Ekspedisi menemukan tempat baru bagi pemerintahan kota Bandung yang tadinya ada di Dayeuh Kolot mendadak pindah karena kerap terjadi banjir, sehingga mengganggu aktivitas sang Bupati.

Si Perahu yang dinamakan Bandung ini kemudian mengantarkan R.A. Wiranatakusumah II menemukan tempat baru untuk membangun pusat pemerintahannya. Karena peran perahu inilah wilayah Bandung terorganisir dengan baik.

Dari peristiwa itu kemudian pada tanggal 25 September 1810, pemerintah kolonial di era pemerintahan H. W. Daendels menetapkan Bandung sebagai daerah pemukiman.

Selain itu, Daendels juga memberikan tanda kehormatan yang tinggi dalam bentuk “Bintang Keabadian” untuk R.A. Wiranatakusumah II sebagai tokoh pendiri kota Bandung dari kalangan aristokrat pribumi Sunda yang pertama. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)