Selasa, November 29, 2022
BerandaBerita TerbaruSerangan Phishing Instagram Merajalela, Modus Tawarkan Centang Biru

Serangan Phishing Instagram Merajalela, Modus Tawarkan Centang Biru

Serangan phishing pada Instagram memang bukan perkara baru. Sebelumnya sudah banyak kejadian yang menjadi korban phishing bagi pengguna aplikasi Instagram. Namun meski tidak sedikit yang menjadi korban, tetap saja pengguna Instagram tergiur oleh tawaran si penipu.

Sebagai informasi, phishing adalah serangan yang penipu lakukan untuk memancing calon korban supaya tertarik untuk mengklik tautan yang penipu bagikan. Jadi istilah sederhananya adalah pengelabuan.

Setelah calon korban mengklik tautan tersebut, maka akan disuruh untuk mengisi informasi penting dalam akun yang kredensial. Paling banyak adalah menginput username serta password akun.  

Baca Juga: Cara Membuat August Dump di Instagram, Ini Langkahnya

Sementara untuk cara kerja phishing, umumnya lewat penggunaan email fake alias palsu. Email tersebut mengatasnamakan admin. Bahkan sering juga lewat situs website palsu, yang tampilannya mirip dengan aslinya.

Bagaimana Modus Serangan Phishing Instagram yang Tawarkan Centang Biru?

Kampanye phishing yang menawarkan ‘jasa’ tanda centang biru pada Instagram kini mulai merajalela. Adapun yang mendapati serangan kampanye tersebut adalah peneliti keamanan di Vade.

Lantas apa manfaat dari ceklis biru tersebut? Tanda centang berwarna biru pada aplikasi Instagram berarti akun tersebut sudah terverifikasi.

Biasanya yang sudah ceklis biru tersebut adalah selebriti, tokoh publik atau bisa juga merek.

Jadi nantinya, fitur tersebut bisa membantu orang untuk menemukan akun asli atau autentik dari selebriti atau lainnya.  

Nah, baru-baru ini muncul serangan phishing pada Instagram yang terkirim lewat email kepada calon korban.

Adapun email tersebut berisi memberitahukan kepada pengguna, bahwa pihak Instagram sudah meninjau akunnya. Selain itu, akun tersebut dianggap sudah memenuhi syarat untuk memperoleh centang biru.

Nantinya, si penipu akan meminta kepada calon korban buat mengisi formulir, serta mengeklaim lencana verifikasinya dalam waktu 48 jam ke depan.

Tentunya siapa sih yang tidak tertarik untuk mendapatkan centang biru pada Instagram. Nah, itu yang menjadi kecerobohan serta antusiasme pengguna saat ada kesempatan untuk memperoleh tanda ceklis biru. Padahal itu adalah penipuan.

Baca Juga: Cara Repost Story Instagram dengan 2 Metode Terbaik

Sementara agar calon korban serangan phishing tersebut makin yakin dan kemudian mengklik tautan itu, maka si penipu dalam emailnya mencantumkan logo Instagram.

Apa Ancamannya jika Tidak Merespon?

Selain menawarkan ‘jasa’ centang biru, ternyata si penipu juga mengancam kepada calon korbannya jika tidak merespon email tersebut.

Ancaman tersebut jika dalam waktu 48 jam tidak merespon, maka akan ada penghapusan akun.

Menurut situs resmi Vade, bahwa serangan phishing Instagram tersebut mereka luncur lewat situs web jahat dengan nama domain teamcorrectionbadges.

Sedangkan agar calon korban makin percaya dan yakin bahwa situs tersebut resmi, maka penipu memakai domain secara terpisah buat memverifikasi pengguna.

Tahapan Serangan Phishing Instagram

Perlu Anda ketahui, bahwa ada beberapa tahapan dari serangan tersebut. Seperti pada tahapan pertama, penipu akan meminta username calon korban.

Baca Juga: Cara Mengetahui Tidak Follow Back Instagram, Ikuti Metodenya

Setelah itu, meminta nama, email, serta nomor telepon. Tahapan selanjutnya, korban juga harus mengisi atau memasukkan password akunnya. Hal tersebut untuk memverifikasi keaslian akun calon korban.

Setelah selesai memasukkan atau mengisi apa yang penipu minta, maka nanti ada pesan yang memberitahukan bahwa akun Anda sudah mendapat centang biru.

Selain itu, mereka juga akan menginformasikan bahwa pihak Instagram akan menghubunginya dalam waktu 2 hari.

Bagi orang awam, memang serangan phishing pada Instagram ini tidak akan terlihat. Karena penipu sudah sedemikian rupa membuat calon korban percaya. Seperti menyertakan logo resmi Instagram dan juga ancaman jika tidak merespon. (R5/HR-Online/Editor-Adi)