Kamis, September 29, 2022
BerandaBerita NasionalWorkshop Danone-AMSI, Ahli Gizi UI Serukan Pentingnya Hidrasi bagi Tubuh

Workshop Danone-AMSI, Ahli Gizi UI Serukan Pentingnya Hidrasi bagi Tubuh

Ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr Nurul Ratna, M Gizi, SpGK, mengimbau agar masyarakat menjaga kecukupan hidrasi bagi tubuh dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu menjadi salah satu topik pada workshop Cyber Media Forum kerja sama Danone Indonesia dengan AMSI, dengan tema “Hidrasi Sehat Bagi Keluarga”.

Workshop yang mengambil tema “Potret dan Tantangan Kesehatan Masyarakat Menuju Endemi COVID-19” tersebut, berlangsung secara virtual, pada Rabu (21/9/2022).

“Air yang ada di dalam tubuh kita adalah hal yang sangat penting,” ucap Nurul yang juga Ketua Departemen Ilmu Gizi FKUI.

Baca Juga: Tantangan Menuju Endemi Covid-19 Jadi Perhatian Danone Indonesia dan AMSI

Sebab menurut ahli gizi UI ini, tanpa adanya air yang cukup dan juga berkualitas, maka organ tubuh vital tidak dapat berfungsi dengan baik.

Ahli Gizi UI Paparkan Pentingnya Hidrasi bagi Tubuh

Meski sangat penting, namun Dr Nurul menyayangkan bahwa tidak semua orang menyadari akan besarnya fungsi dan manfaat air dalam tubuh. “Sehingga orang sering kurang minum,” ujarnya.

Bahkan, sambungnya sekarang ini penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 5 anak-anak dan juga remaja ternyata belum cukup minum. Selain itu, 1 dari 4 orang dewasa juga sama belum cukup minum.

Baca Juga: Makanan Penyebab Sering Buang Air Kecil, Perlu Anda Kenali!

“Padahal setidaknya orang dewasa dianjurkan untuk minum minimal dua liter per hari. Sedangkan untuk anak-anak minimal minum 1,2 liter per hari,” terang ahli gizi UI yang juga Div. Pengabdian Masyarakat dan Public Relation, IHWG FKUI.

“Begitu juga untuk ibu hamil, 2 dari 5 ibu hamil ternyata belum cukup minum. Selain itu, 1 dari 2 ibu menyusui belum cukup minum,” tambahnya.

Lanjutnya menambahkan, hidrasi sehat bagi tubuh jika keadaan air di dalam tubuh cukup. Artinya, jumlah cairan yang masuk sama dengan yang keluar.

Lantas apa peranan air bagi tubuh kita? Ahli gizi UI ini menjelaskan, bahwa air bisa berperan sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh. Kemudian, mengeluarkan zat tidak berguna dalam tubuh, pelarut pada proses pencernaan makanan.

“Selanjutnya, pengatur suhu tubuh, pembawa zat-zat berguna bagi tubuh serta pelumas dan bantalan sendi,” jelasnya.

Dampak Dehidrasi Menurut Ahli Gizi UI

Air, katanya, merupakan zat gizi yang sering terlupakan. Padahal, air sendiri adalah salah satu zat gizi yang sangat diperlukan supaya tubuh bisa berfungsi secara optimal.

“Selain itu, pada tahun 2013, air sudah masuk dalam Angka Kecukupan Gizi untuk orang Indonesia,” katanya.

Oleh karena itu, Nurul mewanti-wanti kepada masyarakat supaya dalam tubuh tidak kekurangan air. Sebab jika kurang air maka akan berdampak pada tubuh.

Seperti dehidrasi ringan pada anak sudah bisa menyebabkan gangguan performa, atensi atau perhatian, memori dan keterampilan.

Baca Juga: Minuman Pencegah Dehidrasi Selain Air Putih, Segar dan Alami!

Selain itu, dampak dehidrasi lainnya adalah mulut kering, mudah cemas dan tegang, daya ingat sesaat dan konsentrasi turun, mudah mengantuk dan lelah.

“Sedangkan dalam jangka panjang bisa menyebabkan infeksi saluran kemih, penyakit ginjal kronis, batu ginjal, dan risiko kegemukan meningkat,” jelasnya.

Syarat Air Minum yang Baik

Selain itu, ahli gizi dari UI ini juga memaparkan pentingnya memperhatikan kriteria air minum yang baik.

Menurut Permenkes Nomor 492 tahun 2010, persyaratan kualitas air minum adalah tidak berwarna, tidak berbau. Selanjutnya, tidak berasa dan juga tidak mengandung zat-zat berbahaya.

“Hal yang perlu kita ingat juga, bahwa harus memastikan sumber airnya murni, berkualitas dan terlindungi,” ujarnya.

Nurul menambahkan, bahwa air minum yang tercemar bisa berdampak kesehatan bagi tubuh. Seperti air minum yang tercemar bakteri dari kotoran manusia yakni E.coli dan Koliform, bisa menyebabkan diare.

Selain itu, cemaran seperti logam berat timbal bisa menumpuk dalam tubuh manusia dan memberi dampak di kemudian hari.

“Dampak tersebut bisa menyebabkan gangguan kehamilan, gangguan perkembangan saraf pada anak-anak dan janin. Kemudian, gangguan ginjal dan pencernaan,” tutur ahli gizi dari UI ini.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat memilih sumber air minum yang baik dan benar. (Adi/R5/HR-Online/Editor-Adi)