Jumat, Desember 9, 2022
BerandaBerita TerbaruBahaya Ban Vulkanisir dan Ciri-cirinya

Bahaya Ban Vulkanisir dan Ciri-cirinya

Bahaya ban vulkanisir dan ciri-ciri atau spesifikasinya penting diketahui. Setiap pemilik kendaraan perlu menyadari bahwa ada bahaya dalam penggunaan ban vulkanisir. Ulasan lebih lengkap mengenai komponen kendaraan tersebut bisa Anda tahu pada pembahasan di bawah ini.

Baca Juga: Cara Merawat Ban Serep Mobil Agar Tetap Prima

Ciri-Ciri Ban Vulkanisir yang Dianggap Berbahaya

Ban vulkanisir ialah ban bekas yang permukaannya sudah halus. Bahkan tampilannya bisa kita bilang botak. Lalu ban bekas ini diperbaharui dengan memberikan batik lagi.

Pembuatan batik ini seringkali dilakukan dengan alat vulkanisir khusus. Meski begitu, bisa pula dilakukan secara langsung. Pada dasarnya, pemakaian ban vulkanisir memberikan manfaat bagi penggunanya.

Manfaat ini tak lain berkat fungsi atau peran yang ban ini miliki. Adapun salah satunya yakni melancarkan mobil ketika melewati jalanan dengan genangan air. Berkat penggunaan ban vulkanisir, maka tak akan mudah mengalami aquaplaning.

Akan tetapi, Anda perlu menyadari bahwa penggunaan ban vulkanisir memiliki bahaya tersendiri. Mulai dari rawan meledak, kontrol traksi rendah, mudah tergelincir, dan masih banyak lagi. Walau demikian, Anda tak perlu khawatir.

Pasalnya, ada beberapa ciri yang menjadi pertanda ban vulkanisir berbahaya. Dengan mengetahui ciri-ciri ban vulkanisir yang dianggap berbahaya, maka bisa terhindar dari penggunaannya.

Keamanan dan kenyamanan selama berkendara tentu bisa Anda rasakan kembali.

Tingkat Kekuatan Kurang Baik

Salah satu ciri ban vulkanisir yang bahaya ialah memiliki tingkat kekuatan yang kurang baik apabila Anda bandingkan dengan ban orisinal.

Pada dasarnya, ban vulkanisir yang sudah terproses melalui tahapan finishing, akan menyerupai ban orisinal. Baik itu dalam bentuk ataupun desainnya.

Perbedaannya hanya bisa terlihat dari kekuatannya. Tentu pembeda ini bisa Anda ketahui ketika menggunakan untuk berkendara. Karena kekuatannya terbilang rendah atau minim, maka tak cukup aman jika Anda pakai berkendara.

Kondisi Tapak Ban Mengelupas

Selain memiliki tingkat kekuatan kurang baik, ban vulkanisir yang bahaya juga mempunyai kondisi tapak ban mengelupas.

Kondisi ini juga serupa dengan dinding bannya. Karena kondisinya yang demikian, jelas akan sangat berbahaya apabila tetap Anda pakai untuk menempuh perjalanan.

Bisa jadi ban tersebut mengalami kebocoran. Selain itu, bisa juga terlibat kecelakaan. Oleh karena itu, sudah seharusnya gunakan ban yang berkualitas dan original.

Baca Juga: Cara Tambal Ban Mobil Tubeless Termudah, Simak Langkahnya Ini!

Panjang Karet Sisa Relatif Kecil

Ciri ban vulkanisir yang bahaya apabila Anda gunakan selanjutnya yakni memiliki panjang karet sisa berukuran kecil.

Biasanya pada ban vulkanisir yang sudah melalui serangkaian proses akan memiliki karet berukuran pendek-pendek. Berbeda dengan ban orisinal yang memiliki karet sisa berukuran panjang.

Letak ITW

Ban vulkanisir juga memiliki ciri lainnya yang tak kalah menarik untuk Anda ketahui. Adapun ciri tersebut bisa Anda cermati dari letak ITW. ITW itu sendiri ialah posisi logo indikator keausan.

Pada ban vulkanisir, letak logo bisa Anda temukan sejajar dengan alur bannya. Sedangkan untuk ban orisinal, logonya ada di sisi pinggir.

Letaknya berdekatan dengan bagian tapak ban. Maka dari itu, cermati dulu posisi ITW sebelum menggunakan ban.

Harga Lebih Murah

Ciri selanjutnya yang jadi pertanda ban vulkanisir bahaya yakni perhatikan harganya.

Pada umumnya, harga ban vulkanisir cenderung lebih murah apabila Anda bandingkan dengan harga ban orisinal. Bahkan harganya bisa setengah dari harga ban orisinal.

Tak mengherankan karena ban vulkanisir memang termasuk bahan bekas sehingga harganya jauh lebih miring.

Meski harganya lebih murah, namun Anda jangan mengabaikan sisi keselamatan. Lebih baik gunakan ban original yang terbukti aman.

Baca Juga: Tekanan Angin Ban Mobil, Berapa yang Ideal dan Aman?

Warna Memudar

Ban vulkanisir juga memperlihatkan ciri dari warnanya. Pada umumnya, ban vulkanisir memiliki warna yang cenderung memudar. Berbeda dengan ban original yang warnanya hitam pekat.

Apabila memperhatikan tampilan ban saja, sudah terungkap jenisnya. Dengan demikian, Anda pasti bisa merasa lebih percaya diri apabila mengendarai kendaraan yang menggunakan ban original.

Jika Anda mengutamakan tampilan, maka hindari penggunaan ban vulkanisir.

Tak bisa kita pungkiri bahwa ada banyak bahaya ban vulkanisir yang penting untuk Anda hindari. Cara menghindarinya tentu perlu mengetahui apa saja cirinya. Pastikan Anda mempertimbangkan penggunaan ban berkualitas agar berkendara terasa aman dan nyaman, apalagi saat menempuh perjalanan jauh. (R10/HR-Online)