Selasa, Desember 6, 2022
BerandaBerita TerbaruBintang Daud dalam Islam Tak Identik Zionis, Ini Jawabannya

Bintang Daud dalam Islam Tak Identik Zionis, Ini Jawabannya

Bintang Daud dalam Islam, pernahkah Anda mendengar sebelumnya? Lalu apa maksudnya? Mungkin masih banyak orang yang merasa asing dengan maksud dari istilah bintang Daud atau bintang David tersebut.

Mungkin juga, mereka beranggapan bahwa bintang David identik dengan Yahudi ataupun zionis. Terlebih lagi jika mengingat bahwa simbol bintang tersebut sekarang ini juga menjadi salah satu representasi Israel yang mana notabenenya adalah negara Yahudi.

Karena banyak orang yang pertama kali melihat bendera bintang Daud selalu terbayang akan bendera negeri zionis Israel. Padahal sebenarnya sejarah Islam telah mencatat jika simbol tersebut juga mempunyai peranan dalam dunia Islam.

Pada dasarnya simbol tersebut berbentuk hexagram. Bendera hexagram tersebut pernah termasuk dalam bendera Dinasti Karaman, dinasti tersebut menguasai wilayah selatan di daratan anatolia atau Asia Kecil.

Perlu Anda ketahui bahwa dinasti tersebut terkenal sebagai penganut agama Islam serta menjalankan tradisi mazhab Hanafi. Tak hanya itu saja, bintang David juga menjadi simbol bendera Dinasti Isfendiar yang menguasai bagian utara dari daratan Anatolia.

Baca juga: Ubay bin Kaab, Penghafal Quran yang Khawatirkan Umat Muslim

Bintang Daud dalam Islam, Bagaimana?

Jika Dinasti Karaman menganut mazhab Hanafi, maka Dinasti Isfendiar merupakan kerajaan Islam yang menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Tahun 1533 Khairuddin Barbarossa menjabat sebagai petinggi militer di Kesultanan Turki Utsmani, ia pernah menggunakan logo bintang Daud pada bendera perangnya.

Nama petinggi militer Kesultanan Turki Usmani tersebut adalah seorang muslim yang berdarah Yunani serta terkenal sangat loyal kepada Sultan Suleiman.

Perlu Anda ketahui sebenarnya bendera perang yang dibawa oleh Khairudin Barbarossa itu tidak hanya terdapat simbol bintang David saja. Melainkan dalam bendera tersebut juga terdapat pedang milik dari khalifah keempat yakni Ali Bin Abi Thalib.

Tidak hanya itu saja tetapi terdapat tulisan Arab yakni “Nasrun minallah wa fathun qarib wabasiril mukminin, ya Muhammad”.

Ternyata bendera perang yang petinggi militer Kesultanan Turki Utsmani bawa pada tahun 1533 tersebut juga akan menumbuhkan 4 tokoh terkenal dalam sejarah Islam.

Tahukah Anda siapa nama keempat sahabat nabi tersebut? Jawaban yang tepat mereka adalah Khulafaur Rasyidin. Abu Bakar As Siddiq menjabat sebagai khalifah pertama kemudian Umar Bin Khattab, lalu Utsman bin Affan, dan terakhir adalah Ali bin Abi Thalib.

Pada zaman abad pertengahan ternyata penggunaan lambang bintang Daud memang menjadi salah satu trend tersendiri bagi masyarakat muslim. Terlebih bagi mereka yang menganut mazhab Hanafi.

Baca juga: Mariam Al Astrulabi, Wanita Muslimah yang Menjadi Ilmuwan Kondang

Bangunan Masjid

Dengan demikian itu bisa kita simpulkan bahwa bintang Daud dalam Islam itu juga mempunyai peranan yang sangat penting bukan? Terlebih lagi simbol bentuk cakram tersebut pernah ada dalam bendera perang yang melahirkan empat Khalifah.

Namun di samping itu ternyata penggunaan lambang bintang David tersebut juga ada pada masjid yang sudah dibangun ketika masa pemerintahan Kesultanan Turki Utsmani.

Pada abad ke-19 bintang hexagram tersebut juga terdapat dalam bendera Maroko. Namun sejak terbentuknya negara Israel tepatnya Tahun 1948 logo tersebut secara global sudah mulai diasosiasikan.

Jadi mengenai bintang Daud dalam Islam itu tentunya merupakan hal yang sangat wajar. Pada dasarnya adanya simbol bintang yang berbentuk hexagram tersebut bukan berarti sebagai pertanda bahwa suatu negara atau suatu kelompok itu merupakan kelompok Yahudi atau zionis.

Percaya atau tidak, teliti ataupun tidak, ternyata dalam kehidupan zaman milenial seperti saat ini masih terdapat penggunaan bentuk bintang David tersebut. Apakah Anda pernah menemukannya? Di mana lalu apa artinya?

Baca juga: Bagian dalam Kabah yang Masih Menjadi Misteri, Ternyata Ini Isinya

Banyak Digunakan

Perlu untuk kita garis bawahi sebenarnya bintang David atau bintang Daud tersebut bisa digunakan untuk siapa saja, kapan saja, serta di mana saja.

Hal penting yang harus disadari oleh setiap individu adalah bahwa tidak selalu simbol tersebut mempunyai arti dengan Yahudi ataupun Zionis atau bisa juga Israel. Pernah berkunjung ke Jogja?

Tanpa kita sadari ternyata pada Tugu Jogja itu terdapat simbol bintang Daud. Apakah itu berarti zionis? Tentu saja tidak, justru malah Jogja menjadi salah satu kota pariwisata, kota pendidikan, kota bintang budaya, dan masih banyak lagi.

Dengan demikian itu merupakan suatu hal yang wajar apabila nantinya terdapat ormas ataupun parpol Islam yang menggunakan lambang tersebut sebagai simbolnya.

Sebagai umat muslim yang taat, kita juga tidak boleh menuding apabila ormas ataupun parpol tersebut adalah anak Yahudi. Sebab bukan tidak mungkin jika bentuk hexagram tersebut juga memiliki arti sebagai rukun iman atau yang lainnya.

Tidak sedikit masjid yang berada di Indonesia ini juga menggunakan bintang Daud pada ornamennya. Jadi kesimpulannya bintang Daud dalam Islam merupakan suatu hal yang wajar dan tidak melulu bisa kita artikan sebagai Israel ataupun zionis. (R10/HR-Online)