Kamis, Februari 2, 2023
BerandaBerita BisnisBudidaya Ayam Kampung, Cek Panduan Lengkapnya di Sini!

Budidaya Ayam Kampung, Cek Panduan Lengkapnya di Sini!

Budidaya ayam kampung mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan. Hanya saja, budidaya atau beternak ayam kampung tidaklah mudah. Untuk membantu Anda dalam melakukan budidaya jenis ternak unggas tersebut, bisa cek ulasan berikut ini.

Baca juga: Inilah Metode Beternak Ayam Joper, Pilih yang Paling Cocok

Panduan Budidaya Ayam Kampung

Ayam kampung termasuk salah satu hewan yang kaya nutrisi. Tak heran apabila minat untuk membudidayakannya cukup tinggi. Hal ini beriringan dengan tingginya permintaan konsumen terhadap ayam kampung.

Untuk membudidayakannya, ada beberapa tahapan yang penting Anda perhatikan. Anda perlu mencermati setiap tahapannya supaya tak salah langkah. Hasil yang diberikan dari budidaya tersebut pastinya juga menggiurkan.

Pengadaan Bibit

Tahapan pertama yang harus Anda lakukan yaitu menyiapkan bibit atau anak ayam. Dalam hal ini, Anda bisa beli DOC (Day Old Chicken). Cara ini jauh lebih efektif dan praktis daripada menunggu penetasan telur dari indukan sendiri.

Berbicara mengenai bibit dalam budidaya ini, sebenarnya ada berbagai jenis ayam kampung. Mulai dari ayam kampung Jawa Super atau yang biasa terkenal dengan ayam Joper dan ayam kampung biasa. Anda bisa pilih jenis bibit ayam sesuai dengan keinginan.

Namun jika Anda masih pemula, lebih baik gunakan bibit ayam kampung biasa saja. Pada dasarnya, cara budidayanya lebih sederhana. Anda pun tak akan merasa kesulitan dalam melakukannya.

Baca juga: Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung, Apakah Menguntungkan?

Pemilihan Kandang Ternak Ayam

Saat bibit sudah siap, lanjutkan dengan memilih jenis kandangnya. Pada dasarnya, ada tiga jenis kandang yang bisa Anda jadikan pilihan. Mulai dari kandang dengan sistem ren, postal, dan baterai.

Tiap jenis kandang tersebut menawarkan kemudahan, kelebihan, dan daya tarik tersendiri. Pastikan Anda mempertimbangkan pemilihannya secara bijak. Baik itu dengan memperhatikan modal, luas area, hingga jumlah bibit.

Masih berkaitan dengan kandang, sebaiknya letakkan dekat rumah. Hal tersebut akan memudahkan Anda saat melakukan pengawasan.

Sebelum kandang digunakan, Anda juga harus memberikannya semprotan dengan pestisida organik.

Langkah budidaya ayam kampung tersebut diambil dengan tujuan untuk membasmi parasit pengganggu.

Dengan demikian, kandang bisa lebih siap untuk digunakan. Kandang akan jadi tempat atau hunian yang nyaman bagi ayam kampung dalam membudidayakannya.

Semakin nyaman apabila kandang dibuat dengan rapat. Kerapatan kandang yang baik memungkinkan hewan lain tak bisa memasukinya. Namun Anda tetap harus memperhatikan kerapian dan estetika kandang.

Perawatan

Cara beternak ayam dengan baik selanjutnya yaitu perawatan. Dalam tahapan budidaya ayam kampung ini, Anda bisa siapkan pakan ternak kualitas tinggi. Ada banyak jenis makanan biar ayam cepat gemuk dan selalu sehat.

Beberapa di antaranya yaitu pakan ayam berupa jagung giling, pelet, dedak, tepung tulang, sorgum, tepung ikan, limbah gandum, dan masih banyak lagi.

Untuk mendapatkan pakan ayam, Anda bisa membuatnya sendiri ataupun membeli. Jika membeli, pastikan datangi tempat terpercaya.

Setelah mendapatkan pakannya, Anda bisa memberikan ke ayam kampung sebanyak tiga kali sehari.

Dalam memberikannya, Anda bisa mencampurnya dengan pakan pabrik seperti voor dan pakan alami misalnya dedak. Hal ini tak lain demi mendukung proses pembesaran.

Hanya saja, pemberian pakan tetap harus memperhatikan usia ayamnya. Apabila kurang dari 1 bulan, sebaiknya beri pakan murni pabrikan saja. Dengan begitu, pertumbuhan ayam bisa lebih cepat.

Jangan lupa juga untuk menyiapkan obat-obatan agar kesehatan ayam terjaga dengan baik. Tak cukup itu saja, Anda juga perlu membersihkan kandang secara rutin dalam budidaya ayam kampung ini.

Kesehatan ayam yang terjaga dengan baik jelas bisa menghindarkannya dari beragam bibit penyakit.

Baca juga: Cara Beternak Ayam Petelur untuk Pemula yang Bermodal Kecil

Pemasaran

Tahapan selanjutnya yaitu pemasaran. Ayam kampung yang telah berhasil dibudidayakan bisa langsung Anda pasarkan.

Misalnya ke pasar tradisional, pengusaha tempat kuliner, dan warga yang membutuhkan pasokan ayam kampung untuk konsumsi.

Sebaiknya jangan memasarkan ayam kampung ke pengepul ataupun pedagang. Hal ini karena oknum tersebut juga membutuhkan untung sehingga Anda hanya akan mendapatkan laba sedikit.

Maka dari itu, Anda perlu mempertimbangkan pihak yang menerima setoran dari Anda.

Anda tertarik untuk melakukan budidaya ayam kampung? Anda bisa cermati panduan di atas untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Hasilnya bisa semakin memuaskan apabila melakukannya secara sungguh-sungguh, teliti, dan pantang menyerah. (R10/HR-Online)