Senin, Desember 5, 2022
BerandaBerita TerbaruBukit Sinai dalam Surat At-Tin, Sumpah Allah & Tempat Bersejarah

Bukit Sinai dalam Surat At-Tin, Sumpah Allah & Tempat Bersejarah

Bukit Sinai dalam surat At-Tin juga termasuk salah satu sumpah Allah yang terdapat dalam Al Quran surat At-Tin ayat ke-2.

Ketika berbicara mengenai Bukit Sinai, tentunya salah satu hal yang akan muncul di kepala adalah buah tin dan buah zaitun dimana ke-2 buah tersebut mempunyai kandungan nutrisi serta gizi yang sangat berkhasiat dalam memberikan pengobatan untuk berbagai jenis penyakit.

Mungkin mengenai hal tersebut sudah tidak asing lagi kita dengar. Terlebih lagi gua tersebut sudah terdapat dalam ayat Al Quran.

Seperti penjelasan sebelumnya yang mengatakan bahwa dalam surat At-Tin Allah telah bersumpah atas buah tin, buah zaitun, dan Bukit Sinai.

Bagi beberapa orang yang baru membaca surat tersebut mungkin merasa aneh kenapa Allah bersumpah atas nama tersebut. Apakah Anda juga merupakan salah satu orangnya?

Mungkin mengenai hal tersebut terdapat berbagai tafsir yang harus kita pelajari supaya mengetahui sebenarnya maksud dan tujuan Allah bersumpah terhadap nama buah dan Bukit tersebut untuk apa.

Tetapi mengenai hal tersebut terdapat yang mengatakan bahwa buah tin dan zaitun menjadi salah satu Sumpah Allah yang terdapat dalam Alquran supaya kita memperhatikannya.

Baca juga: Wahyu yang Diturunkan kepada Nabi, Al-Quran Berisi Pedoman Hidup

Bukit Sinai dalam Surat At-Tin, Sumpah Allah

Ketika membicarakan Bukit Sinai yang terdapat dalam Al Quran surat yang ke 95 dan terdiri dari 8 ayat juga termasuk surat Makkiyah.

Ternyata nama bukit tersebut tidak hanya terdapat dalam Al Quran surah At-Tin saja, melainkan juga terdapat dalam Al Quran Surat Al Qasas ayat 46.

Bukit Tursina merupakan tempat atau lokasi yang sangat penting untuk umat muslim dan bagi Yahudi. Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar nama Bukit tersebut.

Secara Islam juga mengatakan dua bukit tersebut merupakan tempat yang mana Nabi Musa menerima kitab Taurat. Namun bagi mereka yang tidak mau membaca sejarah Islam tentunya pertama kali mendengar Bukit Tursina sudah membuat penasaran.

Ternyata nama bukit tersebut juga mempunyai sinonim yakni gunung Musa atau gunung Hareh.

Selain itu, bukit tersebut juga disebut sebagai Hard Sinai yang mana dalam bahasa Ibrani dan juga Jabal Musa bahasa Arab. Letak tepatnya berada di Semenanjung Sinai Selatan pada bagian tengah dari wilayah Janub Sina.

Baca juga: Dakwah Nabi Muhammad SAW pada Periode Mekah

Tempat Bersejarah untuk Nabi Musa

Kembali kepada penjelasan sebelumnya yang mengatakan bahwa Bukit Sinai dalam surat At-Tin itu juga menjadi tempat bersejarah bagi Nabi Musa. Bukit tersebut juga menjadi saksi bisu bahwa Nabi Musa pernah menerima kitab Taurat.

Mempunyai tinggi 2285 m di atas permukaan laut. Lokasinya berada tepat di wilayah kekuasaan Islam tahun 1967 sampai 1979 sesudah perang enam hari.

Selanjutnya Bukit tersebut kembali kepada Mesir serta dibuka untuk masyarakat umum. Nyatanya tidak hanya terjadi satu peristiwa saja pada bukit tersebut. Sehingga bukan hanya menjadi saksi bisu bahwa Musa pernah menerima kitab Taurat untuk Bani Israil.

Pernah mendengar kisah Nabi Musa yang mempunyai mukjizat membelah laut merah ketika dikejar oleh Firaun? Ternyata Bukit Sinai dalam surat At-Tin juga menjadi tempat bagi Nabi Musa berdialog dengan Allah SWT serta membelah laut merah.

Pada bukit tersebut juga terdapat bangunan biara St Catherine. Adalah bangunan yang dihormati oleh banyak orang sebagai tempat paling suci.

Bahkan umat muslim sendiri juga membiarkan bangunan tersebut selama perang salib. Dengan tujuan menghormati sejarah dari nabi Musa yang juga menjadi tempat bagi Bani Israil menunggu selama 40 hari 40 malam menyembah patung.

Baca juga: Sahabat Nabi yang Masih Hidup, Fakta Unik dan Penampakannya

Tempat Nabi SAW Sholat

Bukan hanya itu saja, sejarah pentingnya Bukit Sinai dalam surat At-Tin. Pasalnya dalam peristiwa Isra MI’raj sebelum Baginda Nabi melangkahkan kaki pergi ke Baitul Maqdis.

Baginda Nabi sempat singgah pada beberapa tempat terlebih dahulu. Dengan tujuan untuk mendirikan sholat sebanyak 2 rakaat. Sedangkan salah satu tempat yang paling istimewa yakni Bukit Tursina.

Pada saat berjalan bersama malaikat Jibril. Jibril berkata kepada nabi, Wahai Muhammad turunlah kembali dan sholatlah. Setelah Baginda Nabi melakukan sholat Dhuhur pun bertanya sebenarnya Baginda Nabi itu tahu atau tidak di mana ia melakukan sholat.

Kemudian karena tidak mengetahui, Jibril menjawab wahai nabi Allah, sungguh engkau telah melaksanakan sholat di Bukit Sinai tempat di mana Nabi Musa berdialog dengan Allah.

Dengan demikian itu Bukit Sinai dalam surat At-Tin mempunyai sejarah penting bagi perkembangan Islam. Karena terdapat nabi utusan Allah yang pernah singgah di Gunung tersebut. Misalnya Nabi Muhammad SAW yang melaksanakan sholat serta Nabi Musa yang menerima kitab. (Muhafid/R6/HR-Online)