Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBerita PangandaranCegah Penyakit Leptospirosis, Puskesmas Cigugur Gencar Melakukan Sosialisasi

Cegah Penyakit Leptospirosis, Puskesmas Cigugur Gencar Melakukan Sosialisasi

harapanrakyat.com,- Cegah penyakit Leptospirosis, Puskesmas Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala Puskesmas Cigugur Nana Sutisna mengatakan, penyakit Leptospirosis merupakan penyakit yang menular melalui kencing tikus. Salah satunya melalui genangan air atau banjir.

“Sebagai upaya pencegahannya, saat musim hujan dan banjir seperti sekarang ini kita akan gencar melakukan sosialisasi. Tujuannya tentu agar masyarakat paham cara pencegahannya,” kata Nana, Kamis (27/10/2022).

Ia menjelaskan, cara penularannya, penyakit leptospirosis masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit lecet/luka, dan melalui makanan.

Adapun tanda dan gejala orang yang terkena penyakit leptospirosis biasanya menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba- tiba. Kemudian, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah atau iritasi.

“Jadi jika ada yang merasakan gejala seperti ini secepatnya memeriksakan ke dokter,” paparnya.

Baca Juga: Warga Terdampak Banjir di Bunisari Pangandaran dapat Bantuan dari PGRI

Nana pun menyebutkan, cara pencegahannya tentu dengan berperilaku hidup sehat. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Selain itu, simpan makanan pada tempat yang tidak bisa dijangkau oleh tikus. Jangan sampai lupa mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas. Upayakan memakai sepatu bot jika akan melintasi daerah banjir.

“Intunya, budayakan hidup bersih dan sehat agar kita terhindar dari penyakit berbahaya, seperti leptospirosis,” imbuhnya.

Nana mengatakan, di wilayah Kecamatan Cigugur sendiri sudah ada 1 orang yang positif leptospirosis. Namun masih bisa ditangani dan sudah membaik.

“Kami tim medis dari Puskesmas Cigugur akan mensosialisasikan ke semua desa yang ada di wilayah Kecamatan Cigugur. Hari ini kami sosialisasi di Desa Cimindi, Desa Cigugur, dan Desa Bunisari. Sedangkan yang lainnya akan kami lakukan secara maraton,” pungkas Nana Sutisna. (Ceng/R3/HR-Online/Editor-Eva)