Senin, Februari 6, 2023
BerandaBerita TerbaruMariam Al Astrulabi, Wanita Muslimah yang Menjadi Ilmuwan Kondang

Mariam Al Astrulabi, Wanita Muslimah yang Menjadi Ilmuwan Kondang

Mariam Al Astrulabi merupakan sosok perempuan dalam sejarah Islam yang mempunyai jasa besar bagi kehidupan. Siapakah nama tersebut? Sudahkah Anda mengetahui apa saja jasa-jasa dari nama perempuan tersebut?

Bagi sebagian masyarakat mungkin nama tersebut juga masih terdengar asing. Hal tersebut terjadi karena terbatasnya referensi yang menceritakan nama muslimah yang satu ini. Di samping itu, namanya juga tidak begitu dikenal oleh banyak orang.

Padahal ia mempunyai banyak penemuan-penemuan baru yang sampai saat ini masih digunakan. Ketahuilah bahwa wanita tersebut merupakan wanita muslim Suriah. Di mana astrolab-nya memicu perkembangan pada bidang astronotika serta navigasi ke luar angkasa.

Orang-orang juga bisa secara logis menyatakan bahwa teleskop hubble tidak akan ada apabila tidak ditemukan oleh Galileo pada tahun 1609.

Nama perempuan Mariam Al Astrulabi tersebut lahir pada tahun 950 masehi tepatnya di Aleppo, Suriah. Ia juga bisa mengembangkan astrolab secara Kompleks pertama.

Salah satu penemuan besarnya yang mirip dengan alat navigasi GPS. Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya sepenuhnya astrolab itu apa?

Baca juga: Hudzaifah bin Al-Yaman Miliki Kebiasaan yang Unik, Dicintai Baginda Nabi

Mengenal Lebih Jauh Mariam Al Astrulabi

Penemuan dari Mariam tersebut juga sampai saat ini masih kita gunakan. Ia juga menemukan kompas sebelum renaissance di Eropa, tepatnya pada abad ke-10 Masehi.

Pengaruh penemuannya sekarang ini juga menggambarkan adanya sebuah jasa yang besar. Saat kecil perempuan muslim tersebut tinggal bersama ayahnya.

Keahlian dalam bidang astrolabi ia dapatkan dari ayahnya yang kebetulan juga merupakan seorang pembuat astrolabe terkenal.

Sebab keahlian mereka tersebutlah yang menyebabkan mereka menjadi terkenal. Bahkan penguasa Aleppo pada waktu itu tepatnya tahun 944 sampai dengan 967 M juga mempekerjakan mereka.

Teknik atau Astrolabe merupakan sebuah teknik yang biasanya diajarkan secara turun-temurun sehingga tak semua orang dapat membuatnya.

Meskipun Mariam Al Astrolabi mendapatkan teknik tersebut dari ayahnya tetapi penemuan yang ia ciptakan jauh lebih rumit dan kompleks.

Mempunyai desain serta teknik juga alat yang inovatif pastinya. Adanya ilmuwan tersebut juga menjadi bukti bahwa keterbatasan gender tidak pernah ada.

Baca juga: Syurahbil bin Hasanah, Sahabat Nabi yang Meninggal Karena Wabah

Tidak Ada Batasan untuk Siapa pun

Dalam ajaran Islam juga menjelaskan bahwa Allah itu tidak membatasi untuk siapa pun yang ingin menimba ilmu.

Tidak ada salahnya apabila perempuan itu mempunyai ilmu pengetahuan yang luas dan bisa berkontribusi dengan menemukan banyak penemuan. Seperti halnya yang Mariam Al Astrulabi lakukan ini.

Dalam hal ini juga sama seperti halnya Raden Ajeng Kartini yang mempunyai banyak prestasi meskipun seorang perempuan.

Tentunya kehadiran wanita muslimah ini juga menjadi inspirasi serta contoh untuk siapapun. Astrolabe yang sudah ditemukan oleh perempuan muslimah tersebut merupakan sebuah alat canggih pada masanya.

Pada saat itu dunia Islam berkilau dan melahirkan seorang ilmuwan astronomi yang sangat luar biasa serta mewah. Adanya penemuan baru dari Mariam menyebabkan dunia Islam meraih masa kejayaan.

Penemuan dari Mariam tersebut juga mempunyai kontribusi yang besar. Lebih tepatnya terdapat sebuah alat yang membantu menunjukkan arah kiblat Mekkah serta dapat membantu menentukan waktu sholat dengan prinsip astronomi yang tepat dan ketat.

Selain itu, fungsi dari penemuan perempuan muslimah tersebut juga membantu menentukan awal bulan Ramadhan serta dua hari raya Islam juga menentukan awal pada bulan Hijriyah.

Baca juga: Kisah Wafatnya Fatimah Az Zahra, Kesedihan Ditinggal Ayahnya

Banyak Manfaat

Ternyata manfaat dari penemuan Mariam Al Astrulabi tidak hanya itu saja. Alat tersebut juga dapat membantu mengukur letak matahari planet, Bulan, Bintang juga waktu lokal.

Dengan cara mengukur letak lintang serta letak bujur, melakukan survei dan menggunakan rumus triangulasi. Bukan hanya mempunyai fungsi secara instan astrolabe tersebut juga menjadi media pembelajaran astronomi, navigasi, survei, dan menentukan waktu sholat untuk umat muslim.

Penemuan tersebut juga sudah menyebar dan mempunyai fungsi yang mutlak, di Asia Timur, Andalusia, Timur Tengah, dan Afrika utara sampai India. Ilmu astronomi yang Mariam temukan tersebut juga memberikan pengaruh terhadap ilmu astronomi pada beberapa wilayah. Sebut saja China, India, Mali, Eropa, dan Byzantium.

Untuk wilayah Eropa dan negara lain menggunakan astrolabe dari Mariam Al Astrulabi tersebut untuk menunjukkan arah untuk menjelajah wilayah dan untuk keilmuan horoskop. (R10/HR-Online)