Minggu, Desember 4, 2022
BerandaBerita TerbaruNASA Deteksi Titik Pemancar Gas Metana dengan Instrumen Baru

NASA Deteksi Titik Pemancar Gas Metana dengan Instrumen Baru

NASA deteksi titik pemancar gas metana di Bumi. Titik pemancar gas metana tersebut NASA deteksi dengan sebuah instrumen. Dengan instrumen terbarunya, NASA berhasil mengidentifikasi beberapa titik pemancar gas metana di Bumi.

Hal yang mengejutkan adalah titik pemancar tersebut tidak hanya ada satu. Terlihat ada lebih dari 50 titik pemancar gas metana yang ada di Bumi ini.

Beberapa di antaranya bahkan belum pernah terdeteksi keberadaannya sebelum ini. Penemuan ini tentu menjadi langkah penelitian baru.

Lantas, apakah sebenarnya dampak dari keberadaan titik pemancar gas metana ini?

Baca Juga: Pesawat NASA Tabrak Asteroid Dimorphos Jadi Misi Bersejarah

NASA Deteksi Titik Pemancar Gas Metana di Bumi

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA berhasil menciptakan sebuah instrumen baru. Mereka mengembangkannya untuk mengidentifikasi sumber titik gas metana di Bumi.

Ilmuwan NASA telah membuat rancangan berupa perangkat yang bernama spektrometer pencitraan. Tujuannya adalah belajar bagaimana pengaruh partikel debu yang ada di udara terhadap perubahan iklim.

Investigasi Debu Mineral Permukaan Bumi (EMiT) adalah studi NASA yang mampu membantu para ilmuwan untuk menentukan apakah partikel debu yang ada di berbagai belahan dunia cenderung menangkap atau menangkal panas Matahari.

Hal itu sangat penting karena dapat menjadi indikasi apakah debu berkontribusi terhadap pemanasan atau pendinginan pada planet Bumi ini.

Akan tetapi, ternyata instrumen yang NASA pasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Juli lalu menunjukkan kemampuan yang tidak biasa.

Instrumen terbaru milik NASA ini mampu mendeteksi keberadaan tingkat gas metana di luar angkasa.

Kate Calvin, ilmuwan utama dan penasihat iklim senior NASA mengatakan bahwa instrumennya dapat mendeteksi gas metana tambahan yang menawarkan peluang luar biasa dalam mengukur dan memantau gas rumah kaca.

Baca Juga: Baju Antariksa Misi Bulan Artemis III, NASA Pilih Axiom Space!

Letak Titik Pemancar Metana

Keberhasilan NASA deteksi titik pemancar gas metana yang berada di planet Bumi ini letaknya di wilayah luas penyedia fasilitas gas dan minyak. Selain itu ada juga di tempat pembuangan sampah di Asia Tengah, Timur Tengah, dan Amerika Serikat yang terbesar.

NASA mengatakan bahwa gumpalan gas metana tersebut berukuran sekitar 3,3 kilometer luasnya dan terdeteksi tenggara Carlsbad, New Mexico dan di Permian Basin, salah satu ladang minyak terbesar dunia.

Dari total 12 gumpalan yang terdeteksi pada ladang minyak tersebut, beberapa di antaranya terbentang hingga sepanjang 32 km, lokasinya berada di Turkmenistan, bagian timur kota pelabuhan dari Laut Kaspia Hazar.

Selain itu, di selatan ibu kota Iran, Teheran, dari Kompleks pengolahan limbah utama gumpalan gas metananya membentang sejauh 4,8 kilometer.

Baca Juga: Metana di Bulan Saturnus Bisa Menjadi Tanda Adanya Sebuah Kehidupan

Apa Dampak Gas Metana pada Pemanasan Global?

Nyatanya, gas metana bertanggung jawab atas sekitar 30% dari kenaikan suhu global yang terjadi hingga saat ini.

Pada kenyataannya, gas rumah kaca 80 kali lebih efektif dalam menangkal panas daripada karbon dioksida. Meski begitu, gas metana ini di dalam atmosfer hanya bisa bertahan satu dekade saja.

Sedangkan untuk karbon dioksida bisa bertahan sampai ratusan hingga ribuan tahun lamanya. Dengan demikian pengurangan emisi gas metana ini bisa saja memberikan dampak yang lebih cepat terhadap pemanasan Bumi.

Instrumen yang membantu NASA deteksi titik pemancar gas metana di Bumi berperan andil dalam membantu ilmuwan mencari cara untuk mengatasi pemanasan global saat ini. (R10/HR-Online)