Minggu, November 27, 2022
BerandaBerita NasionalPeristiwa Maut Stadion Kanjuruhan Malang, Korban Meninggal Dunia Jadi 180 Orang

Peristiwa Maut Stadion Kanjuruhan Malang, Korban Meninggal Dunia Jadi 180 Orang

Peristiwa maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, usai gelaran laga derby Aremania FC dan Persebaya Surabaya pada hari Sabtu 1 Oktober 2022, menjadi sejarah kelam bagi dunia persepakbolaan Indonesia.

Pasalnya, baru kali ini kerusuhan dalam laga pertandingan sepakbola menelan korban jiwa yang begitu banyak, hingga ratusan orang.

Peristiwa Maut Stadion Kanjuruhan Telan Korban Jiwa, Ini Penyebabnya

Dilansir dari beberapa sumber, Minggu (02/10/2022), berdasarkan informasi terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa maut itu kini bertambah menjadi 180 orang. Sebelumnya terlaporkan ada 127 orang korban jiwa. Sedangkan, korban luka-luka sebanyak 191 orang.

“Sebanyak 180 orang korban meninggal dunia,” kata Kadinkes Malang, Wiyanto Wijoyo, Minggu (02/10/2022).

Ia juga menyebutkan, total korban jiwa sebanyak 180 orang itu masih tersebar di beberapa rumah sakit wilayah Kota dan Kabupaten Malang.

Baca Juga : Tragedi Kanjuruhan Malang Cetak Sejarah, Rekor Terkelam Sepak Bola Dunia

Wiyanto Wijoyo menjelaskan penyebab kematian para korban dalam peristiwa maut Stadion Kanjuruhan akibat sesak napas, terinjak-injak dan sakit dada. Selain itu, ada beberapa korban yang mengalami patah tulang.

“Korban mengalami patah tulang, sesak napas dan ada juga yang luka memar,” ungkap Wiyanto Wijoyo.

Hal senada disampaikan Plt Direktur RSSA Malang, Kohar. Ia menjelaskan penyebab meninggalnya korban meninggal dunia karena ada trauma pada bagian kepala dan dada.

Menurutnya, hal itu bisa akibat terjatuh, terinjak, atau bisa karena berdesak-desakan. “Insya Allah, setelah kita identifikasi, korban akan kita urus sesuai dengan anjuran agamanya masing-masing,” ujarnya.

Pemerintah Berikan Santunan untuk Korban Peristiwa Maut Kanjuruhan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Malang akan memberikan santunan bagi para korban dalam peristiwa maut Stadion Kanjuruhan Malang.

Sumbangan dana sebesar Rp 10 juta bagi korban yang meninggal dunia. Sedangkan bagi korban luka-luka akan mendapat santunan dana sebesar Rp 5 juta per orang.

Baca Juga : Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Orang Meninggal Dunia

Menurut Kadinkes Malang, Wiyanto Wijoyo, pemerintah daerah pun berencana akan memberikan sumbangan dana bagi para korban.

Selain itu, lanjutnya, para korban juga bebas dari pungutan biaya segala perawatan rumah sakit dan lain sebagainya.

Sebagai informasi, kerusuhan suporter sepak bola Indonesia kembali menelan korban jiwa usai gelaran laga ke-11 Liga 1 Tahun 2022-2023,  antara klub Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Laga derby tersebut berlangsung di Stadion Kanjuruhan Malang pada hari Sabtu (01/10/2022).

Tim dengan julukan Singo Edan harus rela menanggung malu di kandang sendiri atas kekalahannya 2-3 dari tim yang Persebaya yang memiliki julukan Bajul Ijo.

Hal itulah yang menyebabkan suporter Aremania naik pitam menggeruduk lapangan hingga terjadi kerusuhan dan memakan korban jiwa.

Peristiwa maut Stadion Kanjuruhan Malang yang telah memakan korban jiwa itu menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Aji/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Diskominfo Kota Banjar