Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBerita PangandaranRayakan Keberagaman, Festival 28 Bahasa Pangandaran Kembali Digelar

Rayakan Keberagaman, Festival 28 Bahasa Pangandaran Kembali Digelar

harapanrakyat.com,- Festival 28 Bahasa SMK Bakti Karya Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali digelar selama 2 hari berturut-turut pada 28 Oktober dan 29 Oktober 2022. Bertempat di Kampung Nusantara, Dusun Cikubang, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Ketua Pelaksana Festival 28 Bahasa Jujun Junaedi mengatakan, Festival 28 Bahaasa kembali digelar tahun 2022. Kegiatan ini merupakan bukti pulih dan bangkit dari pandemi.

“Saat ini, kita akhirnya kembali merasakan interaksi dan bertukar rasa dengan orang lain kembali. Tahun ini pun SMK Bakti Karya Parigi kembali menggelar Festival 28 Bahasa,” katanya, Sabtu (29/10/2022).

Baca Juga: Bantu Milenial Punya Rumah, Guru Asal Pangandaran Sukses Bisnis Properti

Selain dalam rangka merayakan kekayaan keberagaman Indonesia, lanjut Jujun, pihaknya juga ingin pengunjung melihat dan merasakan berbagai kebudayaan yang ada di Indonesia.

“Kami juga ingin memberikan kesempatan semua kalangan untuk mencicipi rasa kebudayaan melalui karya anak bangsa bagi mereka yang berkunjung,” kata Jujun.

Ada 28 Penutur Asli Bahasa Daerah di Festival 28 Bahasa Pangandaran

Lebih lanjut Jujun menambahkan, pada Festival 28 Bahasa pengunjung tidak hanya ditawarkan kesempatan menikmati tontonan. Namun, pengunjung juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan para penutur asli 28 bahasa daerah.

“Bertukar gagasan dengan para pelaku kebudayaan, seni dan aktivitas sosial serta mencicipi puluhan menu makanan dari berbagai wilayah di Indonesia. Ada makanan khas Riau, Papua, NTT, Jawa dan lainnya,” ucap.

Masih dikatakan Jujun Junaedi, Festival 28 Bahasa ini sudah 5 tahun berjalan, sebelumnya karena Covid-19 dilakukan virtual. Sementara hari ini banyak pementasan budaya dari 28 suku siswa SMK Bakti Karya Parigi yang tinggal di kampung Nusantara.

“Pentas seni dan budaya dari siswa berbagai suku daerahnya masing-masing kita tampilkan. Dari tahun sebelumnya lumayan ada kemajuan, kita selalu melakukan inovasi, ada door prize dari panitia juga,” ungkap Jujun.

Jujun berharap Festival 28 Bahasa menjadi agenda kegiatan keberagamaan terbesar di Indonesia.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi inspirasi dalam menjalin persatuan di tengah perbedaan dan keberagaman untuk membangun daerah bangsa dan negara,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)