Kamis, Februari 2, 2023
BerandaBerita NasionalSesalkan Citra Kepolisian Rusak, Jokowi: Sekarang Runyam Semuanya

Sesalkan Citra Kepolisian Rusak, Jokowi: Sekarang Runyam Semuanya

harapanrakyat.com,- Presiden Jokowi menyesalkan citra institusi kepolisian kini rusak pasca terjadinya kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat yang menyeret nama petinggi polisi Ferdy Sambo sebagai pelaku utama.

Padahal sebelumnya citra kepolisian naik setelah menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19, terutama dalam mendorong pencapaian angka vaksinasi.

“Tapi setelah adanya kasus FS, jadi runyam semuanya dan jatuh di angka yang paling rendah,” kata Jokowi, saat acara pertemuan bersama petinggi kepolisian, di Istana Negera Jakarta, Jum’at (14/10/2022) dan disiarkan di channel YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10/2022).

Baca juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden Jokowi : Hentikan Liga 1 Sementara

Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi sebelumnya ketika kepolisian berhasil mendongkrak angka vaksinasi.

“Jika dulu berada di posisi tertinggi daripada Institusi penegak hukum lainnya, sekarang justru berada di posisi paling rendah. Saudara harus tahu, jadi terendah,” Jokowi mengulangi.

Dengan begitu, kata Jokowi, institusi kepolisian harus mampu mengembalikan citra dan kepercayaan masyarakat yang kini rusak melalui kerja keras.

“November tahun 2021 masih di angka 80,2 persen. Ini sangat tinggi. Bukan tinggi, tapi sangat tinggi. Kemarin Agustus drop sekali, berada di angka 54 persen. Itulah pekerjaan berat yang harus Polri kerjakan untuk mengembalikannya,” ungkapnya.

Citra Kepolisian Rusak di Saat Berhasil Dorong 440 Juta Vaksinasi

Meski menyesalkan terhadap citra kepolisian yang kini rusak, namun Jokowi pun mengapresiasi kinerja Polri dalam menangani pandemi Covid-19 yang terjadi sejak akhir tahun 2019. Jokowi menyebut polisi menjadi pendorong terkuat dalam melakukan vaksinasi.

Menurut Jokowi, melalui polisi sebanyak 440 juta dosis vaksin berhasil disuntikan kepada masyarakat, sehingga mampu meredakan Covid-19.

Baca juga: Presiden Dimarahi Siswi SMA Gegara HP-nya Rusak, Jokowi Belikan HP Baru

“Hasilnya Pandemi Covid-19 mereda dan hasilnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang berhasil tumbuh hingga 5,44 persen,” ungkapnya.

Dengan prestasi tersebut, kata Jokowi, berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian, bahkan lebih dari institusi lainnya. “Hasilnya, indeks kepercayaan masyarakat menempatkan Polisi Republik Indonesia berada di puncak paling tinggi, pada saat itu,” katanya.

Sentil Gaya Hidup Mewah

Selain akibat kasus FS, Jokowi juga menyampaikan beberapa faktor lain yang menyebabkan citra kepolisian rusak dan menurunkan kepercayaan masyarakat. Faktor lainnya adalah soal gaya hidup mewah.

“Saya ingatkan soal gaya hidup, di tengah kondisi yang serba sulit seperti sekarang ini, letupan sosial timbul akibat kecemburuan sosial ekonomi, hati-hati,” katanya.

Baca juga: Jokowi Tegaskan Pemilu 2024 Tidak Ditunda, Masyarakat Jangan Terprovokasi

Jokowi lantas mengingatkan seluruh pejabat tinggi harus berhenti total dan tidak lagi bergaya hidup mewah.

“Jangan sampai urusan kecil seperti, mobil, motor, urusan remeh temeh jadi merusak wibawa dan kepercayaan. Jangan ada lagi ngomong pakaiannya apa, sepatunya apa, itu masyarakat lihat sekarang. Semua harus mengerti,” tegasnya.

Selain itu, Jokowi juga menyampikan persoalan lain yang kerap kali merusak citra kepolisian, yakni soal pungli, polisi sewenang-wenang dan mencari-cari kesalahan. “Masalah itu juga harus segera diredam dan jangan sampai ada lagi,” Jokowi menegaskan lagi. (Rizky/R2/HR-Online)